30 Warga Desa Hara Banjarmanis Terima UGR JTTS Rp10,1 Miliar | Lampung Post
2017 24 March
3954
Kategori Lampung
Penulis Armansyah
Ilustrasi uang ganti rugi. Dok. Lampost.co

30 Warga Desa Hara Banjarmanis Terima UGR JTTS Rp10,1 Miliar

KALIANDA -- Puluhan masyarakat Desa Hara Banjarmanis, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, akhirnya menerima uang ganti rugi (UGR) lahan dari pembangunan ruas jalan tol trans-Sumatera (JTTS) Bakauheni-Terbanggibesar di kantor desa setempat, Kamis (23/3/2017). UGR sebesar Rp10,1 miliar dikirimkan langsung ke rekening penerima ganti rugi proyek nasional itu.
Informasi yang dihimpun Lampung Post, pembayaran ganti rugi melaui sistem penyusunan surat-menyurat yang diverifikasi Badan Pertanahan Nasional (BPN). Setelah semua syarat terpenuhi, uang ganti rugi langsung dikirim ke rekening masing-masing penerima UGR melalui Bank Mandiri.
Kepala Desa Hara Banjarmanis, M. Zulkifli Kasim mengatakan setelah menunggu lama akhirnya 30 kepala keluarga (KK) warga desa setempat mendapatkan UGR sebesar Rp10,1 miliar. Pembayaran UGR tersebut untuk lahan perkebunan dan persawahan seluas 32 bidang.
"Masyarakat setempat sudah lama menunggu pencairan UGR JTTS di wilayah kami. Alhamdulillah, hari ini (kemarin, red) mereka sudah mendapatkan UGR. Pembayaran UGR itu langsung dibayarkan melalui rekening pemilik lahan," kata dia, kemarin.
Secara keseluruhan, kata Zulkifli, penerima UGR tersebut sebanyak 37 KK terkena JTTS. Namun, yang baru bisa disalurkan sebanyak 30 KK. Hal itu disebabkan masih ada beberapa sanggahan-sanggahan yang membuat 7 KK terhambat dan belum bisa menerima UGR tersebut.
"Masih ada 7 KK lagi yang belum bisa mendapatkan UGR itu. Sebab, masih ada sanggahan-sanggahan yang belum diselesaikan. Mungkin dalam waktu dekat ini ketujuh warga itu sudah bisa dicairkan. Tapi, semua persyaratan dan sanggahannya sudah selesai," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), Zainal Abidin mengatakan mengenai adanya keterlambatan dalam pencairan UGR disebabkan data-data dan persyaratan yang dimiliki warga setempat belum lengkap. Ia mengaku jika berkas sudah lengkap, pihak pelaksana proyek tol dan BPN akan memproses UGR.
"Saya minta maaf kepada warga Desa Hara Banjarmanis yang lahannya terkena proyek tol, kalau pencairannya mengalami keterlambatan. Namun, itu bukan kami sengaja diperlambat. Memang berkas persyaratan dari masyarakat yang kurang. Sebab, kami tidak bisa melakukan pencairan apabila belum selesai semua persyaratannya," ujarnya.
Dia berharap kepada masyarakat yang menerima UGR tersebut agar berhati-hati dengan oknum-oknum yang mengatasnamakan pemerintah untuk meminta uang atau lainnya. "Kami minta warga menggunakan uang itu untuk yang penting atau ditabungkan. Uang itu sama dengan hasil musyawarah sebelumnya. Kalau ada oknum meminta uang itu bohong. Jangan dipercaya," kata dia.

BAGIKAN