Berat Badan dan Risiko Migrain | Lampung Post
2017 16 April
1716
Kategori Oasis
Penulis Media Indonesia
Ilustrasi. caramenaikkanberatbadan.com

Berat Badan dan Risiko Migrain

PENELITIAN terbaru menemukan hubungan antara berat badan dan risiko terkena sakit kepala sebelah atau migrain. Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Neurology itu menemukan berat badan berlebih atau obesitas dan kekurangan berat badan sama-sama berisiko mengakibatkan migrain.

Para peneliti menganalisis 12 studi dari hampir 290 ribu peserta. Mereka kemudian dibagi dalam kategori obesitas dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih dan kategori kekurangan berat badan dengan BMI kurang dari 18,5.

Hasilnya, kelompok obesitas memiliki risiko 27% lebih tinggi terkena migrain daripada kelompok yang memiliki berat badan normal. Demikian pula dengan kelompok kekurangan berat badan, mereka berisiko 13% lebih tinggi terkena migrain.

"Meskipun belum jelas bagaimana komposisi tubuh dapat memengaruhi migrain, jaringan adiposa atau jaringan lemak, mengeluarkan berbagai molekul yang dapat memainkan peran dalam mengembangkan atau memicu migrain," ujar B Lee Peterlin dari Johns Hopkins University School of Medicine.

BAGIKAN


REKOMENDASI