Bupati Mustafa Resmikan Saung dan Pupuk Ronda | Lampung Post
2017 13 April
2508
Kategori Lampung
Penulis Wahyu
Editor Sri Agustina
Pupuk organik yang dihasilkan oleh warga untuk menyiasati kelangkaan pupuk saat musim tanam. Pupuk diluncurkan dalam peresmian Saung dan Pupuk Ronda. (Foto:Lampost/Wahyu)

Bupati Mustafa Resmikan Saung dan Pupuk Ronda

GUNUNG SUGIH--Bupati Lampung Tengah Mustafa secara resmi meluncurkan Saung Ronda di Yukumjaya dan Pupuk Ronda  di Adijaya, Terbanggibesar , Rabu (12/4/2017). 

Saung dan Pupuk Ronda diharapkan menjadi solusi bagi dua persoalan petani, yakni pemasaran hasil kretivitas berbahan alami dan kekurangan pupuk di musim tanam.
Saung ronda digagas untuk menampung aneka makanan produk kelompok wanita tani (KWT) Lampung Tengah. Puluhan jenis makanan hasil kreativitas KWT dipasarkan di saung ronda. Keberadaan saung ronda menjawab kesulitan para anggota KWT untuk memasarkan hasil kreativitas mereka.

"Ini hasil olahan masyarakat Lamteng. Sangat alami, tanpa bahan pengawet. Semua makanan hasil kreativitas KWT nantinya bisa dipasarkan di saung ronda. Jadi dengan saung ronda ini hasil kreativitas kwt bisa dikenal sampai ke luar daerah,"  kata Bupati Mustafa.

Produk yang di jual di saung ronda beraneka ragam, seperti keripik pisang, madu, ikan asap, olahan singkong dan masih banyak lainya.

Pupuk ronda adalah pupuk organik dalam bentuk serbuk dan cair berbahanbaku kotoran ternak, jerami, sekam dan serbuk gergaji. Adanya pupuk ini sangat membantu para petani dalam mengatasi kekurangan pupuk. Selain berbahan organik, pupuk ronda juga sangat terjangkau. Pupuk bubuk hanya Rp30 ribu per 40 kg dan yang cair Rp60 ribu per liter. 

Pupuk ronda diharapkan mampu menjadi alternatif solusi persoalan kekurangan pupuk yang selalu membelit petani setiap musim tanam tiba. Tak hanya itu, dengan penggunaan pupuk organik, para petani juga merawat lahan mereka dari kerusakan akibat terus menerus menggunakan pupuk kimia.

BAGIKAN