Cuaca Buruk, Nelayan Pilih Tidak Melaut | Lampung Post
2017 7 April
3667
Kategori Lampung
Editor Sri Agustina
Nelayan di Lampung Selatan memilih tak melaut karena cuaca ekstrem dab meluangkan waktu dengan memperbaiki jaring. (Foto:Lampost/Armansyah)

Cuaca Buruk, Nelayan Pilih Tidak Melaut

KALIANDA--Sebagian besar nelayan di pesisir pantai Kabupaten Lampung Selatan enggan melaut sejak seminggu terakhir, lantaran kondisi cuaca  cukup ekstrim.

Didin, nelayan di PPI Bom Kalianda, mengatakan sejak sepekan terakhir banyak nelayan kapal kecil dan sedang memilih tidak melaut. Pasalnya, angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi kerap terjadi pada malam hari. Kondisi itu membuat sebagian besar nelayan memilih untuk tidak melaut sementara waktu.
“Kondisi cuaca saat ini sering tidak menentu. Terkadang angin cukup kencang dan juga hujan deras turun,” ungkapnya, Kamis (6/4/2017).

Selain nelayan pesisir Kalianda, nasib serupa dialami para nelayan di TPI Muara Pilu Bakauheni dan pesisir Kecamatan Ketapang.

Bahkan di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, seluruh nelayan tangkap enggan melaut sejak sepekan terakhir. Selain kondisi cuaca yang cukup ekstrim, hasil tangkapan ikan pun tidak maksimal.

Menurut mereka, setiap melaut biasanya nelayan bisa mendapatkan 50 -70 kilogram ikan. Namun saat ini mereka hanya mampu mendapatkan ikan 25 kilogram. Padahal biaya untuk melaut cukup besar kisaran Rp500 ribu- Rp1 juta setiap melaut.
"Untuk saat ini hasil tangkapan tidak sebanding dengan biaya operasional,” jelas Mudin, nelayan di desa Legundi, Ketapang.

Untuk mengisi waktu, para nelayan sebagian memperbaiki alat tangkap mereka. Sedangkan sebagian lainnya mencari pekerjaan serabutan untuk tetap bisa memperoleh penghasilan.

BAGIKAN