Edarkan Narkoba, Pemilik Bengkel Mobil Ditangkap | Lampung Post
2017 13 April
2850
Kategori Lampung
Penulis Hari Supriyono
Ilustrasi penangkapan. Dok. Lampost.co

Edarkan Narkoba, Pemilik Bengkel Mobil Ditangkap

KOTABUMI -- Seorang pemilik bengkel mobil ditangkap petugas Sat Narkoba Polres Lampung Utara karena diduga sebagai pengedar narkoba, Selasa (11/4/2017), sekitar pukul 18.30.

Dari penangkapan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa lima butir pil eksstasi warna merah jambu berlogo mahkota dan satu paket sisa sabu ukuran besar dan ukuran kecil serta tiga buah alat isap sabu (bong). Selain itu, berupa enam belas lembar bukti taranper/pembelian sabu dan dua buah centong serta dua bundelan palastik pembungkus sabu.

Tersangka  Luxpan (36), warga Desa Bandar Kagungan Raya, Abung Selatan, Lampung Utara itu kini telah ditahan di kantor Malpores setempat guna penjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Menurut Kasat Narkoba Polres Lampung Utara Iptu Andri Gustami,  Rabu (12/4/2017), penangkapan tersangka dilakukan di rumahnya sekaligus tempat usahanya sebagai bengkel mobil di Desa Bandar Kagungan Raya, Abung Selatan.

”Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak dapat berkelit karena kedapatan barang bukti narkoba jenis pil ekstasi sebnayak lima butir dan satu paket sisa sabu ukuran besar dan kecil yang disimpan di dalam tas yang diselepangkan di tubuhnya,” ujarnya.

Sementara itu, barang bukti lain yang berhasil disita dari dalam rumahnya berupa tiga buah alat isap sabu (bong) dan berikut belasan lembar bukti transfer hasil pembelian sabu serta dua bundelan plastik klip pembungkus sabu.

”Saat ini tersangka dan berikut barang bukti telah diamankan guna menjalani pemeriksaan atas kasus penyalah gunaan narkoba jenis sabu mapun pil ekstasi,” ujar dia lagi.

Dari hasil pemeriksaan sementera tersangka mengakui telah lama menjalankan binais haramnya dan barang haram tersbeut dibelinya dari salah seorang yang beralamat di daerah Bandar Lampung. ”Tersangka membeli barang baik pil ekstasi mapun sabu dengan cara mentransfer lebih dahulu uangnya dan setelah itu barulah barang dikirim ke rumahnya,” kata Kasat Narkoba menirukan penuturan tersangka.

Tersangka mengatakan membeli barang haram rata-rata dalam satu bulan dua kali dengan harga Rp5 juta hingga Rp7 juta. Selain itu, dalam satu butir pil ekstasi dibeli seharga Rp200 ribu/butir dan setelah itu dia jual kembali seharga Rp250 ribu/butir. Untuk sabu ,dia jual mulai dari harga Rp200 ribu/paket kecil hingga paket ukuran sedang Rp500 ribu/paket.

BAGIKAN