Kerusakan Jalan Provinsi Makin Parah | Lampung Post
2017 1 April
3483
Kategori Lampung
Kondisi jalan hotmix di Desa Rantauminyak, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, rusak parah dengan kondisi aspal mengelupas dan bergelombang, Sabtu (1/4/2017). n LAMPUNG POST/PERDHANA WIBYSONO

Kerusakan Jalan Provinsi Makin Parah

KALIANDA -- Kerusakan jalan akibat aktivitas proyek jalan tol trans-Sumatera (JTTS) di Lampung Selatan semakin bertambah parah. Truk bertonase besar milik pelaksana pembangunan hilir mudik melintasi jalan provinsi dan kabupaten.

Pemantauan Lampung Post, kerusakan jalan provinsi di Kecamatan Sidomulyo dan Candipuro di beberapa titik berlubang dan sudah sangat parah. Jalan sepanjang sekitar 3 km itu saat cuaca panas menimbulkan debu. Pada saat hujan, jalan yang baru diperbaiki di penghujung 2016 lalu berlumpur seperti kubangan kerbau. Ruas JTTS di dua kecamatan tersebut dikerjakan PT Waskita sebagai pelaksana pembangunan proyek.

Sama halnya dengan jalan kabupaten yang berada di Desa Rantauminyak, Candipuro. Kerusakan jalan sudah sangat dikeluhkan warga sekitar. "Bagaimana tidak mengeluh, kalau hujan jalan berlumpur, sedangkan kalau panas berdebu," kata Rahmat (46), warga Desa Rantauminyak, Jumat (31/3/2017).

Semestinya pihak pelaksanaan pembangunan JTTS, PT Waskita, bertanggung jawab atas kerusakan jalan tersebut. Sebab, jika terus dibiarkan, jalan semakin rusak dan tidak bisa dilalui. "Tapi mereka seperti tidak peduli dampak dari aktivitas itu," ujar Rahmat.

Menanggapi banyaknya kerusakan jalan tersebut, anggota Komisi C DPRD Lamsel, Syaiful Anwar, angkat bicara. Dia menegaskan pelaksana pembangunan agar peduli dengan dampak jalan rusak yang ditimbulkan.

"Harusnya pelaksana pembangunan peduli terhadap kerusakan tersebut, jangan cuek saja," kata dia.

Kerusakan jalan kabupaten di Desa Rantauminyak sudah sangat parah. Padahal, jalan hotmix sepanjang sekitar 2 km itu dua bulan lalu masih mulus. "Jalan itu sudah sangat parah, aspal mengelupas dan bergelombang," ujar warga Kecamatan Candipuro itu.

Selain itu, anggota Fraksi Partai Gerindra itu meminta Pemerintah Kabupaten Lamsel lebih aktif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. "Dinas terkait seharusnya cek kerusakan dan koordinasi mencari jalan keluar dengan pihak pelaksana proyek," kata Syaiful.

Masyarakat sekitar, kata dia, bukan tidak mendukung program nasional JTTS. Namun, karena dampak buruk yang ditimbulkan, lebih baik diselesaikan secepatnya. "Jangan sampai terkesan masyarakat tidak mendukung, mereka sangat mendukung, tapi jangan sampai timbul permasalahan," kata Syaiful.

BAGIKAN