Ketika Aksi Mesin Combine Jadi Tontonan Warga | Lampung Post
2017 3 April
3822
Kategori Feature
Alat pemanen padi, combine harvester, di jalan raya Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Minggu (2/4/2017). LAMPUNG POST/AAN KRIDOLAKSONO

Ketika Aksi Mesin Combine Jadi Tontonan Warga

SEKELOMPOK warga di jalan raya Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Minggu (2/4/2017) siang, antusias menyaksikan salah satu peralatan mesin combine tengah membabat padi yang menguning.

Beberapa detik kemudian sejumlah karung yang ada di belakang sopir mesin tersebut penuh buliran-buliran padi. Cara panen menggunakan mesin combine harvester memang jarang terlihat pada masa-masa panen sebelumnya sehingga itu pun menjadi tontonan warga sekitar lokasi sawah.

Bambang (45), petani setempat, mengatakan panen menggunakan mesin combine lebih menguntungkan petani. Selain lebih cepat, menurut dia, biaya yang dikeluarkan juga lebih sedikit. "Panen dengan mesin ini, dari hasil hitung-hitungan kami, lebih efektif dan efisien," ujar Bambang, Minggu (2/4/2017).

Dia menjelaskan jika panen menggunakan tenaga buruh, petani bisa menghabiskan uang Rp3 juta hingga Rp4 juta/ha. Dengan menggunakan mesin, petani hanya mengeluarkan biaya sewa Rp2 juta/ha. "Sewanya Rp2 juta/ha, kami terima beres. Kalau dihitung, tetap lebih irit pakai mesin combine."

Menurut dia, panen dengan menggunakan mesin menjadi lebih efektif dan hasilnya lebih bersih dibanding dengan cara manual. Disebutkan, mesin tersebut dapat memanen padi seluas 1 ha dalam waktu dua sampai tiga jam. "Sementara dengan tenaga manual bisa tiga sampai empat hari," ujar Bambang.

Berbeda dengan ungkapan Gandung (42), salah seorang warga setempat, yang turut menyaksikan mesin pemanen padi tersebut. Ia merasa kasihan dengan nasib para buruh yang tersisih karena alat mesin pertanian itu.

"Memang lebih praktis dan irit biaya. Tapi, dengan adanya mesin ini, para buruh tani yang biasanya turut memanen kan otomatis tak terpakai jasanya. Nasib mereka jadi kasihan," ujarnya.

BAGIKAN