Lampung Barat Terapkan e-Billing Distribusi Pupuk Bersubsidi | Lampung Post
2017 12 April
1075
Kategori Lampung
Penulis Eliyah
Bagan alur sistem e-billing penyaluran pupuk bersubsidi. image.slidesharecdn.com

Lampung Barat Terapkan e-Billing Distribusi Pupuk Bersubsidi

LIWA -- Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Lampung Barat tahun ini mulai dilakukan secara online atau sistem e-billing. Untuk tahun 2017, penyaluran pupuk bersubsodi secara e-billing mulai dilaksanakan di wilayah Balikbukit. Menyusul kemudian Kecamatan Kebuntebu.

Ketua BP3K Kecamatan Balikbuki M. Nasir, Selasa (11/4/2017), menjelaskan untuk menyukseskan penyaluran pupuk bersubsidi secara online itu maka pihaknya kemarin telah menggelar pertemuan bersama kelompok tani se-Kecamatan Balikbukit yang melibatkan lintas terkait dan dipusatkan di kantor BP3K.

Selain membahas rencana penyaluran sistem e-billing itu, untuk menyukseskan sistem tersebut kini para kelompok tani yang telah menyusun rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) juga sedang membuka rekening di bank BPD untuk keperluan sistem tersebut.

Penyaluran pupuk bersubsidi secara online tersebut adalah  menindaklanjuti Pergub dan Perbup tentang penyaluran pupuk bersubsidi.

Sementara Itu, Kasi Pupuk Pestisida dan Alsintan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lambar Falent saat diminta komentarnya kemarin menjelaskan penyaluran pupuk dengan sistem e-billing ini bertujuan untuk menghindari atau meminimalisir adanya upaya penyimpangan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi.

Sebab dengan sistem online ini harga tebus pupuk sesuai dengan HET. Selain itu, pembayaran juga langsung dilakukan melalui bank.

Pembayaran dilakukan langsung  kelompok tani kepada bank BPD. Lalu bank mentransfer dana ke pihak distributor dan distributor kepada produsen pupuk. Setelah dana ditransfer maka pihak produsen mengirim pupuk  melalui distributor lalu ke kelompok tani melalui kios yang telah ditunjuk. Kemudian para petani mengambil pupuknya di kios tersebut.

"Sistem online ini diharapkan dapat menekan adanya upaya penyimpangan serta menjamin agar harga tebus sesuai dengan HET," kata Falent.

Untuk sementara pemberlakuan pelaksanaan penebusan melalui sistem online di Lambar baru diberlakukan bagi Kecamatan Balikbukit. Kemudian Kecamatan Kebuntebu juga sudah siap dan akan menyusul.

"Target kita tahun 2018 semua kecamatan sudah menggunakan sistem online untuk menghindari penyimpangan," kata dia.

BAGIKAN