Lonceng Peringatan Begal dan Narkoba | Lampung Post
2017 10 April
4151
Editor Sri Agustina
Sepanjang 2016, Polda Lampung menangani 964 kasus. Memerangi begal dan narkoba menjadi harga mati. (Ilustrasi/Lampost)

Lonceng Peringatan Begal dan Narkoba

KITA sepakat, begal dan peredaran narkoba di Lampung sudah pada titik nadir mengkhawatirkan. Bahkan, DPR menyebut provinsi ini termasuk surga dunia bagi para bandar narkoba. Sepanjang 2016, Polda Lampung menangani 964 kasus.

Begitu pun halnya begal yang sudah meresahkan warga karena sadis dalam beraksi. Mereka tidak segan melukai dan membunuh korbannya. Bahkan, aksi kejam begal asal Lampung terkenal di Pulau Jawa. Dalam sejumlah kasus di seberang pulau itu, beberapa tersangka masuk komplotan asal Lampung.

Karena itulah, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mendukung Polda Lampung menghabisi begal dan peredaran narkoba. Tindakan tegas perlu dilakukan terhadap pelakunya dengan syarat dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Sikap tegas aparat dapat memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan yang tertangkap untuk tidak mengulangi kejahatannya. Bagi yang belum tertangkap, sikap tegas aparat di lapangan dapat menjadi lonceng peringatan bagi mereka untuk tidak melancarkan aksi kejahatan.

Tanpa sikap tegas Indonesia, Lampung terus dibanjiri kasus narkoba yang naik luar biasa saban tahun. Pada 2014, pengguna narkoba tercatat di angka 4,1 juta jiwa. Pada 2015, jumlah itu melejit drastis hingga 5,8 juta jiwa. Fakta ini harus diantisipasi.

Begitu juga halnya dengan aksi jagal jalanan di Lampung. Hampir setiap pekan publik disuguhkan berita pembegal yang memangsa korbannya. Parahnya stigma begal telah melekat erat dengan Lampung. Amat sulit menepis citra buruk itu tanpa keberanian dan sikap tegas aparat.

Namun, Kapolri juga mengingatkan agar sikap tegas itu dilancarkan tetap berlandaskan prosedur yang berlaku. Sebab, tindakan tanpa prosedur aparat akan mengubah sosok penegak hukum seperti pelaku kejahatan yang pada akhirnya juga menciptakan keresahan di masyarakat.

Ketidaktepatan prosedur itu salah satunya adalah aksi swafoto beberapa oknum Polresta Bandar Lampung bersama lima jenazah kelompok begal yang berhasil diringkus, Sabtu (1/4). Wajar, bakan amat wajar jika foto yang tersebar di media sosial itu menjadi viral juga deras menuai kecaman.

Tegas memberantas begal dan narkoba keharusan. Keberhasilan aparat menumpas pelaku kejahatan mendapat apresiasi. Namun, jika aksi itu dilakukan dengan prilaku di luar prosedur, bukan prestasi diraih, melainkan sanksi tegas institusi siap menanti mereka yang melanggar.

Karena itulah dukungan Kapolri terhadap Polda Lampung untuk terus bersikap tegas kepada pelaku kejahatan di Bumi Lampung harus dijawab oleh segenap aparat kepolisian Lampung. Tentunya dengan ketegasan aparat di lapangan dengan balutan jubah profesionalisme korps Bhayangkara.

BAGIKAN


REKOMENDASI