Mastur, Ujung Tombak Swadaya Daging di Desa | Lampung Post
2017 1 April
3750
Kategori Feature
Penulis Yudhi Hardianto
Mastur, petugas inseminator Dinas Pertanian (Distan) Kecamatan Abung Selatan, melakukan tugasnya menginseminasi sapi betina milik peternak warga Desa Kemalaabung, Kecamatan Abung Selatan, Kamis (30/3/2017). LAMPUNG POST/YUDHI HARDIYANTO

Mastur, Ujung Tombak Swadaya Daging di Desa

HARI telah sore, namun Mastur, petugas Dinas Pertanian Kecamatan Abung Selatan, masih saja asyik berbincang dengan peternak Desa Kemala Abung, kecamatan setempat, Kamis (30/3/2017). Sejurus kemudian mereka berdua bergegas menuju kandang sapi di belakang rumah. Tanpa ba-bi-bu Mastur menjalankan aksinya menginseminasi salah satu sapi betina yang ditunjuk peternak.

"Selain sehat, sapi betina yang akan diinseminasi buatan (IB) atau kawin suntik mesti menunjukkan tanda-tanda berahi atau siap kawin" ujarnya di sela melaksanakan tugas.

Bekerja sebagai petugas IB, Mastur mengaku tidak mengenal waktu dan hari libur. Sebab, petugas mesti bersiap bila sewaktu-waktu ada panggilan dari peternak untuk melakukan IB maupun membantu ternak yang akan melahirkan.

"Setiap saat saya mesti bergegas berangkat bila ada panggilan dari peternak baik yang akan melakukan IB maupun membantu ternak yang akan melahirkan dan panggilan itu tidak mengenal waktu siang maupun malam," kata Mastur.

Disinggung penghasilan, warga Desa Trimodadi, Kecamatan Abung Selatan, ini mengaku jasa setiap kali melakukan IB dihargai Rp50 ribu—Rp100 ribu/ekor. Bila terjadi kegagalan, petugas akan mengulang inseminasi kembali sampai tiga kali tanpa peternak perlu membayar ulang.

"Bila inseminasi gagal atau tidak terjadi kehamilan, petugas akan mengulang IB kembali sampai tiga kali dan bila tetap terjadi kegagalan petugas akan menyarankan peternak untuk memeriksakan ternaknya sebab bisa jadi terjadi gangguan pada bagian reproduksi," kata Mastur.

Sebagai ujung tombak sektor peternakan khususnya membantu pemerintah pada program swasembada daging, dia berharap mewakili rekan-rekannya sesama petugas nasibnya lebih diperhatikan karena bertugas sebagai Inseminator bukan hanya membantu sapi untuk bunting.

“Tapi, merangkap juga sebagai penyuluh peternakan. Mewakili rekan-rekan sesama petugas IB, saya berharap ada perhatian dari pemerintah dengan mengangkat kami sebagai PNS," kata Mastur.

BAGIKAN