Asuransi Usaha Tani Kurang Diminati Petani Lambar | Lampung Post
2017 13 March
3495
Kategori Lampung
Penulis Eliyah
Editor Sri Agustina
Petani di Lambar kurang minati asuransi usaha tani padi. (Foto:Ilustrasi/Umar)

Asuransi Usaha Tani Kurang Diminati Petani Lambar

LIWA--Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Lampung Barat kurang diminati oleh petani walaupun 80% dari premi yang ditetapkan telah disubsidi oleh pemerintah.
Pejabat yang membidangi program AUTP di Dinas Pertanian dan Hortikultura Lampung Barat Pitoyo, mendampingi Kadis Amirian, Minggu (12/3/2017), menjelaskan pada musim tanam rendeng 2016—2017 yang telah berlangsung antara Oktober—Maret ini tidak satu pun petani yang mendaftarkan diri untuk mengikuti program AUTP.

Menurut aturannya, pendaftaran untuk mengikuti program AUTP tersebut, yaitu dilaksanakan mulai saat tanam padi berumur 10—30 hari atau paling lambat satu bulan setelah tanam. Saat ini tanaman padi pada musim tanam rendeng rata-rata sudah mencapai dua bulan.
Padahal, pihaknya melalui para penyuluh terus melakukan sosialisasi kepada para petani melalui kelompok dengan menjelaskan tentang manfaat dan tujuan program AUTP. Program AUTP adalah untuk melindungi dari kegagalan panen atau untuk menjamin keberhasilan tanam padi bagi petani itu sendiri.
Program ini milik Pemerintah Pusat untuk memberikan jaminan melalui program asuransi dengan besaran premi yang ditetapkan Rp180 ribu/ha/musim tanam. Dengan perincian Rp144 ribu/ha/musim tanam disubsidi oleh pemerintah, sedangkan Rp36 ribu/ha dibebankan kepada petani.
“Program ini untuk mengantisipasi gagal panen yang disebabkan oleh bencana alam dan serangan hama atau penyakit dengan tingkat kerusakan/kegagalan panen mencapai 75%. Petani jika mengalami gagal panen akibat bencana alam dan serangan hama/penyakit, dana klaimnya mencapai Rp6 juta/ha musim tanam," kata Pitoyo.
Namun, pada musim tanam rendeng tahun ini tidak satu pun petani yang mendaftar AUTP. Alasanya tanaman mereka tidak ada yang bermasalah. Kemudian dana yang telah dibayar tidak bisa ditarik kembali, sedangkan untuk musim tanam berikutnya harus membayar kembali.

BAGIKAN