Bantuan Bagi Petani Kopi di Lambar Minim | Lampung Post
2017 22 March
4162
Kategori Lampung
Penulis Aripsah
Petani kopi. (Foto : Dok Lampost)

Bantuan Bagi Petani Kopi di Lambar Minim

LIWA--Lampung Barat merupakan kabupaten penghasil 38 persen kopi robusta, sekaligus menjadi terbesar di Provinsi Lampung. Daerah itu pemasok 7 persen kebutuhan nasional.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah daerah menonjolkan kopi robusta asal Bumi Sekala Brak dalam berbagai momentum penting. Sayang, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan fakta di lapangan tentang perhatian pemerintah daerah melalui dinas terkait yang dinilai sangat kurang.

Berdasar data Dinas Perkebunan dan Perikanan Lampung Barat, dari total areal perkebunan yang mencapai 65.277,5 hektare, sekitar 53.611,5 hektare di antaranya adalah tanaman kopi robusta. Sisanya berupa lahan perkebunan turunan seperti lada, kakao, kayu manis dan lain-lain.

Program pemerintah untuk mendukung petani masih sangat minim. Tahun ini pemerintah melalui bantuan APBN hanya menganggarkan bantuan pupuk bagi 20 kelompok tani untuk 250 hektare. Per hektare mendapat bantuaan 450 kg pupuk organik.

"Bantuan yang kami usulkan untuk 400 hektare, tapi yang disetujui hanya 250 hektare," kata Kabid Perkebunan Dinas Perkebunan dan Perikkanan setempat, Cik Agus, Rabu (22/3/2017).

Untuk bantuan bersumber APBD, Cik Agus mengatakan tahun ini pemerintah daerah melakukan peremajaan tanaman kopi pada luas perkebunan mencapai 150 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan. Total seluruh anggaran mencapai Rp400 juta selama setahun. “Karena anggaran terbatas, jadi programnya masih seperti tahun lalu,” kata Cik Agus.

Sementara untuk menunjang promosi produk olahan kopi di tingkat nasional, Cik Agus menyebutkan terdapat dua agenda promosi tahun ini. Ia juga menjelaskan festival minum kopi yang digelar tahun lalu oleh pemerintah daerah sebagai upaya untuk promosi kopi kepada masyarakat justru ditiadakan tahun ini. "Festival kopi tahun ini tidak ada. Jika dilakukan tiap tahun, kegiatan tersebut justru akan menurunkan jumlah peminat. Yang hadir juga adalah masyarakat lokal," ujarnya.

BAGIKAN