Kekuatan Budaya Lampung | Lampung Post
Ilustrasi budaya Lampung. Dok. Lampost.co

Kekuatan Budaya Lampung

PERLU upaya merumuskan substansi tentang makna, konsep, penerapan ilmu, pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan jaringan informasi budaya lokal, dan pemberdayaan komunitas sosial sebagai langkah awal untuk menemukan agenda kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan warga agar budaya lokal lebih berperan dalam membangun masyarakat bermartabat di masa depan. Kini dibutuhkan Lembaga Kajian, Pusat Informasi Pengembangan Budaya, Penerapan Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat; yang mengkaji perkembangan sosial, ekonomi, budaya, penerapan iptek dan berdaya saing di era global, serta sistem nilai, norma, adat istiadat, bahasa dan aksara yang dilandasi filsafat hidup, sehingga budaya Lampung dapat dilestarikan dan dikembangkan.
Masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya posisi kebudayaan dalam kehidupan dan pembangunan dewasa ini, meski masih dirasakan pengelolaan kebudayaan belum mendapat perhatian cukup baik. Bagaimanapun, jika dipahami budaya sebagai objek kajian dapat diganti dengan populasi organisme sebagai unit dasar analisis, secara mendasar tentu dapat berdampak negatif.
Dengan kata lain, pergeseran budaya sebagai mekanisme adaptasi manusia jika diturunkan martabatnya, sehingga hanya kelihatan sebagai salah satu strategi dalam perilaku manusia, pengabaian terhadap harkat dan martabat akan berakibat buruk pada kajian dan penerapan teknologi yang dilakukannya.
Secara mendasar selama ini budaya Lampung hidup dan berkembang berbasis filosofi atau pandangan hidup yang di dalamnya terdapat nilai-nilai etika, spiritual, sistem moral, estetika, seni, bahasa, dan aksara yang dinamis, meski dibatasi oleh unsur kedaerahan, geografis, dan pengalaman sejarah yang unik. Oleh karena itu, budaya lokal bukan dipandang sebagai dua entitas yang berhadapan, melainkan sebagai unsur adonan yang membentuk identitas suatu komunitas budaya.
Budaya lokal dapat dipahami sebagai kegiatan manusia secara fisik-material, kondisi moral, mental dan spiritual, serta etika dan estetika, mulai dari proses usaha akan penertiban diri sebagai pribadi dan kebersamaan dalam kelompok masyarakat, sehingga membudaya dalam totalitas kehidupan.
Sebenarnya filsafat budaya Lampung merupakan pengertian, makna, pendapat atau paham, pandangan hidup, dan rancangan cita-cita yang telah ada di pikiran masyarakatnya. Filsafat budaya Lampung yang bukan saja berasal dari penduduk asli, melainkan juga budaya yang dibawa para pendatang, tempat terjadi akulturasi secara dinamis, berinteraksi, dan bersinergi.
Oleh karena itu, budaya lokal dalam masyarakat Lampung adalah esensi atau hakikat suatu budaya yang bersifat abstrak karena didasarkan atas pandangan dan pengalaman hidup manusia yang berbeda satu sama lainnya. Meski budaya Lampung bersifat plural dan dinamis, akulturasi yang terjadi dapat bersinergi dan berguna bagi pembangunan daerah.

Norma dan Nilai
Terbentuknya kebudayaan karena manusia menghadapi persoalan yang membutuhkan penyelesaian, terutama dalam mempertahankan dan megatasi masalah ekonomi, sosial, politik dan budaya yang sesuai dengan kepentingan pribadi, serta keluarga dan kelompoknya. Oleh sebab itu, manusia membutuhkan organisasi guna membangun konsensus tentang beberapa nilai dan norma yang membudaya sehingga menjadi tradisi; jika hal itu diperoleh, manusia atetap dapat hidup dan bertahan di dalam kelompoknya.
Berarti jelas, kebudayaan tidak terlepas dari kehidupan berkelompok karena kebudayaan merupakan unsur pengorganisasi antara individu dan membentuknya menjadi satu kelompok. Substansinya, pengelompokan manusia yang membangun dan mempertahankan eksistensi baik yang bersifat materi maupun mental merupakan kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.
Kebudayan dapat terbentuk jika norma dan nilai-nilai etika dan estetika dalam kelompok masyarakat sudah ada, baik berupa norma akhlak maupun norma sosial. Dalam kehidupan bersama masyarakat Lampung, pandangan hidup, norma-norma, dan nilai-nilai (values) telah lama terbentuk.
Masyarakat adat telah berkembang secara dinamis dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat dan pembangunan. Masyarakat adat Lampung memiliki kebudayaan yang merupakan hasil interaksi sosial dan akulturasi budaya sejalan dengan dinamika sosial yang makin cepat, terlebih di era global dewasa ini. n

BAGIKAN


REKOMENDASI