Kominfo dan Bekraf RI Seminar TI dan Ekonomi Kreatif di Desa Hanura Pesawaran | Lampung Post
2017 21 April
1336
Penulis Ahmad Amri
Editor Sri Agustina
Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar seminar tentang teknologi informasi (TI) dan ekonomi kreatif, di Desa Hanura, Pesawaran, Jumat (21/4/2017). (Foto:Lampost/Amri)

Kominfo dan Bekraf RI Seminar TI dan Ekonomi Kreatif di Desa Hanura Pesawaran

PESAWARAN--Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar seminar tentang teknologi informasi (TI) dan ekonomi kreatif, di Gedung Sanggar Manglinawan Trans-AD II Hanura,Desa Hanura, Pesawaran, Jumat (21/4/2017).

Kegiataan diikuti kades se-Kecamatan Telukpandan. Kepala Desa Hanura, Codri mengatakan, Kominfo RI dan Bekraf RI menyambangi  Desa Hanura untuk menyosialisasi kan Desa berbasis teknologi informasi di Pesawaran.
“Mereka datang ke Desa Hanura untuk seminar tentang penerapan teknologi informasi (TI) khususnya di Kecamatan Telukpandan yang telah menerapkan teknologi informasi (TI),” kata Codri dalam sambutanya, Jumat (21/4/2017).
Dia menjelaskan dalam seminar tersebut para pemateri memberikan arahan penggunaan sarana dan prasarana teknologi dalam menyampaikan program Desa dan potensi yang ada di setiap Desa di Kecamatan Telukpandan.

Karyadi, Subbag program evaluasi dan pelaporan Diskominfo Pesawaran, mengatakan TI sangat bermanfaat untuk mempermudah kerja aparatur pemerintahan khususnya di tingkat Desa yang ada di Bumi Andan Jejama dalam menyampaikan informasi.
“Salah satunya untuk mempermudah pekerjaan jauh menjadi dekat dan hemat melalui teknologi informasi, seperti pengiriman surat menyurat tidak perlu berjalan dengan mengantar, tapi melalui teknologi informasi dengan konten, segera sampai ke desa masing-masing,”ujarnya.

Sementara itu, perwakilan pemateri dari Bekraf,Liz Zenny Merry mengatakan, pontensi alam yang bernilai rendah bisa menjadi bernilai tinggi.
Ekonomi kreatif, misalnya petani kopi, beli kopi ke petani lalu dibungkus dengan pelatik putih, kemudian diubah Bekraf menjadi starbucks coffe,” ujarnya.

BAGIKAN