Masuki Panen Raya Padi, Petani Lampung Utara Waspadai Hama Tikus | Lampung Post
2017 22 February
4144
Kategori Lampung
Ilustrasi panen padi. Antaranews.com

Masuki Panen Raya Padi, Petani Lampung Utara Waspadai Hama Tikus

KOTABUMI -- Memasuki musim panen raya padi, Dinas Pertanian (Distan), Kabupaten Lampung Utara, menghimbau petani kabupaten setempat mewaspadai serangan hama tikus yang dimungkinkan dapat mengakibatkan gagal panen.
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Kabupaten Lampung Utara, Sofyan di ruang kerjanya, Selasa (21/2/2017) mengatakan kewaspadaan dini serangan hama tikus dilakukan karena saat panen padi, merupakan saat yang rentan terjadinya serangan dan dampak serangan hama yang paling fatal dapat mengakibatkan gagal panen.
"Puncak panen raya padi di masa tanam (MT) rendeng (Oktober-Maret) untuk Lampung Utara diperkirakan sekitar Maret 2017 mendatang dan selama rentang waktu sampai padi di panen, petani mesti lebih mewaspadai meningkatnya intensitas serangan hama, khususnya tikus," ujarnya.
Menyoal serangan hama, Sofyan mengaku, telah terjadi di tiga kecamatan yang menjadi wilayah sentra penghasil padi di Lampung Utara, yakni Kecamatan Abung Surakarta, Abung Timur dan Abung Semuli. Untuk dampak serangan, masih dalam spot kecil dan terpisah-pisah. Sejauh ini, belum menimbulkan kerusakan skala sedang maupun berat yang dimungkinkan dapat mengakibatkan gagal panen.
"Serangan hama tikus telah terjadi di tiga kecamatan dan untuk dampak serangan masih dalam skala ringan dan belum mengancam terjadinya gagal panen," kata Sofyan.
Disinggung upaya pencegahan, dia menuturkan petani mesti bergotong royong membersihkan lokasi areal persawahan yang telah masuk musim panen. Selain itu, melakukan pengasapan ataupun gropyokan di sarang-sarang tikus dan tak kalah penting, pada masa tanam gaduh ke depan, petani melakukan penanaman serentak untuk memperkecil dampak serangan.
"Langkah yang paling efektif menekan hama tikus adalah memutus mata rantai siklus hidup tikus dengan mengembangkan dan membiarkan predator alami tikus hidup di areal persawahan seperti ular, burung elang maupun burung hantu," kata Sofyan.

BAGIKAN