Mendidik Anak supaya Bermoral dan Religius | Lampung Post
2017 21 April
733
Kategori Generasi Emas
Penulis Armansyah
Para siswa PAUD KB Istiqomah Desa Mekarmuya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, berfoto bersama di halaman sekolah, Rabu (19/4/2017). Di sekolah ini para siswa mendapatkan pendidikan agama dan moral yang lengkap. LAMPUNG POST/ARMANSYAH

Mendidik Anak supaya Bermoral dan Religius

MEMBENTUK karakter anak sejak usia dini, menjadi tujuan utama di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kelompok Bermain (KB) Istiqomah Desa Mekarmuya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Melalui pendidikan karakter anak-anak diharapkan menjadi generasi yang bermoral dan religius.
Pengelola PAUD KB Istiqomah Desa Mekarmulya, Tatang Iskandar, mengatakan anak usia dini yang dididik di sekolah tersebut dibekali berbagai macam pendidikan, seperti keagamaan, moral, kedisiplinan, kemandirian, serta sopan santun. Dengan demikian, karakter dari anak nantinya bisa terbentuk.
"Pembentukan karakter pada anak usia dini merupakan hal yang penting. Apalagi mereka sedang mengalami masa-masa paling emas bagi anak (golden age). Jadi, pada saat ini yang paling tepat membentuk karakter mereka bermoral dan religius," kata dia di sekolah, Rabu (19/4/2017).
Menurut Tatang, di PAUD KB Istiqomah para siswa juga dibekali pembelajaran moral dan nilai keagamaan. Seperti, untuk membentuk moral para siswa selalu diajarkan agar selalu menghormati orang tua. Sebelum berangkat ke sekolah siswa dibiasakan harus pamitan dengan tutur sopan santun, hingga bersalaman dengan guru saat masuk sekolah.
Tidak hanya itu, sebagai bekal keagamaan, siswa dikenalkan tentang kewajiban berpuasa, salat, mengaji, doa sebelum belajar, maupun doa-doa lainnya dalam keseharian. "Kegiatan ini selalu dilakukan setiap hari kepada siswa sebagai pembiasaan," ujar dia.
Selain itu, pihaknya juga memberikan pembelajaran dengan metode perkembangan motorik halus dan kasar. Kemudian, metode pengembangan kognitif, misalnya kegiatan jasmani, seni, sosial, emosional, berbahasa, kreativitas, dan pendidikan budi pekerti.
Konsep pendidikan yang lengkap tersebut berguna untuk merangsang kecerdasan dan keterampilan para siswa. Melatih motorik kasar, dinilai dapat menunjang perkembangan jasmani anak, seperti melakukan gerakan tubuh, berlari, berjinjit, melompat, bergantung, melempar dan menangkap, serta menjaga keseimbangan.
"Gerakan motorik halus dalam hal ini berkaitan dengan kegiatan meletakkan atau memegang suatu objek dengan menggunakan jari tangan," kata dia.

BAGIKAN