Mustafa Ronda Berkelotok di Ujung Timur Lamteng | Lampung Post
2017 6 March
3687
Kategori Lampung
Penulis Wahyu Pamungkas
Editor Winarko
Bupati Lampung Tengah Mustafa ronda mengendarai klotok menyusuri muara (pertemuan way seputih dan way bungur) di Kampung Cabang, Kecamatan Bandar Surabaya, Lamteng. (Lampost.co/Wahyu Pamungkas)

Mustafa Ronda Berkelotok di Ujung Timur Lamteng

Gunung Sugih -- Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa ronda mengendarai kelotok menyusuri muara, yakni pertemuan Way Seputih dan Way Bungur, tepatnya di Kampung Cabang, Kecamatan Bandarsurabaya, Lamteng, Jumat (3/3) malam.

Berangkat dari Dermaga Cabang, Sang Bupati bersama rombongan yang didampingi kepala kampung dan camat setempat menyusuri tepian muara sampai Dermaga Sadewa, sekitar 5 km.

Bupati yang terkenal dengan program rondanya itu menyempatkan diri menyapa sejumlah warga yang masih terjaga dan berdiri di rumah panggung di sepanjang tepian muara.

Tidak hanya menyalami warga dari atas kelotok, Bupati Mustafa juga mampir di salah satu rumah nelayan untuk berdialog singkat.

Kepada warga penghuni tepian muara, Bupati Mustafa menyampaikan pentingnya kerja sama dalam meningkatkan keamanan melalui ronda. Sebelum pamit, Bupati menyempatkan memborong rajungan hasil tangkapan para nelayan.

Kampung Cabang merupakan kampung paling ujung di bagian timur Lamteng. Jika melintasi muara, jaraknya hanya sekitar 15 km dari laut. Banyak warga di kampung tersebut yang berprofesi sebagai nelayan.

Berdialog

Sepanjang perjalanan mengendarai kelotok, Bupati Mustafa berbincang dengan Kepala Kampung Cabang Supri dan Camat Bandarsurabaya Wahyu.
Menurut Supri, kampungnya memiliki sejumlah potensi yang belum tergarap dengan baik, yakni potensi di bidang olahraga dayung dan renang, serta potensi pariwisata. Supri berharap dengan promosi, pembinaan, dan penambahan fasilitas yang baik, potensi itu bisa dikembangkan.

"Di sini punya banyak pendayung dan perenang potensial. Bibit-bibit atlet berbakat juga bisa didapat di sini. Ini butuh promosi dan pembinaan," kata Supri.

Menanggapi hal ini, Bupati Mustafa meminta camat dan kakam untuk membuat proposal penyelenggaraan lomba dayung sebagai ajang mencari atlet berbakat, sekaligus upaya mempromosikan Kampung Cabang. "Segera susun proposalnya. Saya akan sampaikan itu juga ke provinsi," kata dia.

Sekitar enam kelotok yang semula berjalan terpisah dirapatkan dan berjalan pelan menyusuri muara. Menurut salah satu nelayan, rajungan hasil tangkapan langsung direbus sebelum dibekukan. Karena itu, sudah bisa langsung dimakan meskipun belum dibumbui.

Mendengar ini, Bupati Mustafa mengajak berbincang sambil makan rajungan rebus yang rasanya gurih meskipun tanpa bumbu. "Ayo cicipi, ini hasil tangkapan nelayan Lampung Tengah," kata Bupati sambil menunjukkan rajungan itu kepada anggota rombongan di kelotok yang lain.

Sampai di Dermaga Sadewa, banyak warga yang sudah berkumpul karena mendengar Bupati Mustafa ronda naik kelotok. Warga menyalami Bupati dan meminta foto bersama.

Usai melayani warga yang ingin bersalaman dan foto bersama, ronda dilanjutkan lewat jalur darat. Bupati mengendarai sepeda motor. Bupati terus berkeliling di Kampung Cabang dan kampung-kampung lain di Kecamatan Bandarsurabaya.

Puluhan pos ronda ia datangi untuk menyapa dan memastikan petugas ronda hadir sesuai jadwal. Dari 10 kampung yang ada di kecamatan Bandarsurabaya, hanya tersisa dua kampung yang tidak sempat dimasuki karena sudah mendekati waktu subuh.

"Ronda sudah berjalan di Bandarsurabaya ini. Tetapi masih harus ditingkatkan. Saya segera masuk untuk ronda ke daerah ini lagi untuk memastikan warga aktif ronda dan mau memasang lampu jalan untuk membuat kampung jadi terang benderang," kata Bupati Mustafa.

BAGIKAN