Pesona Bumi Skala Bkhak di Rest Area Puncak Bodong | Lampung Post
2017 19 March
3832
Kategori Pariwisata
Penulis Aris Susanto
Menikmati pelangi yang muncul dan terlihat jelas dari Puncak Bumi Skala Bkhak. Lampung Post/Zainuddin

Pesona Bumi Skala Bkhak di Rest Area Puncak Bodong

SEMILIR angin sejuk menembus pori-pori kulit. Hawa dingin tersebut tak mampu menyurutkan hasrat mata untuk tak ingin lepas menatap pemandangan pegunungan gugusan Bukit Barisan Selatan yang melingkari Puncak Bumi Sekala Bkhak.
Lokasi yang elok ini menjadi salah satu tempat wisata alam di Kabupaten Lampung Barat. Objek wisata ini berada di Dusun Karyajaya, Pekon Sindangpagar, Kecamatan Sumberjaya, Liwa. Selain pemandangan pengunungan, di sini kita bisa menikmati matahari terbit dan matahari tenggelam. Selain itu, pemandangan kabut di pagi hari atau disebut misty morning begitu memesona dan eksotik.
Tempat ini semula rest area bagi pengemudi, tapi kini disulap menjadi salah satu destinasi wisata pilihan warga juga pelintas.
Untuk mencapai lokasi ini dari Kota Bandar Lampung butuh waktu bisa sekitar empat jam. Lalu terus ke arah Kota Liwa dengan melewati Kotabumi terus Bukitkemuning lalu ke arah Liwa ketika sampai di Sumberjaya.
Dari Sumberjaya, kita disajikan jalan yang berliku dan menanjak, hingga sampailah di rest area Puncak Bodong. Di sini Anda akan melihat tulisan besar Bumi Skala Bkhak. Di rest area ini terdapat masjid puncak yang cantik. Di puncak ini juga dibangun patung muli yang didampingi oleh para penggawanya.
Dari puncak ini, pengunjung bisa merasakan sejuknya angin saat matahari panas dan menikmati indahnya panorama senja di Liwa. Dari empat penjuru di atas puncak, pengunjung disajikan berbagai pemandangan yang indah. Di saat langit cerah, perbukitan dan lembah yang mengelilingi lokasi serta jalanan aspal yang berliku-liku, membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat ini.
Rabu (15/3/2017) sore, secara kebetulan cuaca di Puncak Skala Bkhak cerah, meskipun ada beberapa wilayah yang terlihat mendung dan diguyur hujan. Gumpalan awal putih yang bergulung merayap terdorong tiupan angin, terlihat makin indah. Munculnya sinar matahari yang membentuk lingkaran pelangi senja, segera diabadikan para pengunjung untuk ber-selfie.

Jalan Utama
Dua mahasiswi Universitas Negeri Jakarta, Deby dan Lestari, termasuk pengunjung yang girang menyaksikan pemandangan alam senja tersebut. Mereka mengaku kangen ingin menikmati pemandangan alam dari Puncak Bumi Skala Bkhak karena sudah lama tak sempat mengunjungi. “Sebenernya saya juga warga sini, dari Giham. Tapi, selama kuliah di Jakarta, enggak sempat lagi main-main ke tempat ini,” ungkapnya.
Menurut Yamin (32), pegawai Dinas Pariwisata yang ditugaskan merawat dan menjaga lokasi itu, dari semula hanya rest area, lahan tinggi seluas sekitar 7.000 meter persegi tersebut pada 2014 dibangun patung seorang putri atau muli yang duduk di atas tandu indah. Sang putri digambarkan sedang digotong pria bertubuh kekar dan dikawal pria bersenjata keris dan tombak.
Letak puncak Bumi Skala Bkhak persis di sisi jalan utama, sekitar 60 km dari ibu kota Lampung Barat ini memungkinkan menjadi salah satu tempat istirahat yang cocok. Pengunjungnya membeludak saat hari libur dan hari besar nasional. “Yang datang ke sini banyak juga dari luar kota kalau hari liburan sekolah,” ujar Yamin.
Menurut ayah dua anak ini, lokasi mulai dikelola tahun 2000. Di atas puncak itu dulunya hanya ada bangunan aula. Kemudian pada 2014, dirombak, lalu dibangun patung berikut beberapa fasilitas seperti musala, toilet, dan tempat parkir. Karena pengunjung makin lama makin ramai, tempat parkir kendaraan yang ada saat ini tidak lagi memadai saat akhir pekan, terutama saat musim mudik Lebaran dan liburan sekolah juga hari besar.
Tempat ini dibuka pagi hingga pukul 20.00 dan pengunjung hanya dipungut parkir Rp2.000. Dengan adanya aula kaca yang rencananya hendak digunakan untuk warga beristirahat sambil menikmati kopi dan makanan kecil, pengunjung semakin ramai. “Tapi belum tahu tempat ini untuk apa nantinya,” ujar Yamin sambil membersihkan lantai bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu itu.
Sebagai pegawai yang dipercayai merawat dan menjaga Puncak Bumi Skala Bkhak, Yamin, selalu mengingatkan para pelajar yang datang pada jam sekolah agar tidak membolos. “Banyak anak sekolah yang mau bolos sekolah ke sini, tapi saya ingatkan agar ke sekolah. Pengunjung yang pake seragam sekolah pada jam sekolah akan saya minta meninggalkan tempat ini,” kata dia.
Beberapa pengunjung mengaku senang mengunjungi lokasi wisata ini. Namun, belum ada fasilitas Wi-Fi dan pusat jajanan tradisional yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

BAGIKAN