Reklamasi Bermasalah Jangan Dilanjutkan | Lampung Post
2017 21 April
2106
Kategori Lampung
Penulis Febi Herumanika
Editor Sri Agustina
LBH dan Walhi meminta pemerintah kota tak melanjutkan reklamasi bermasalah di Teluk Lampung. (Ilustrai/Lampost)

Reklamasi Bermasalah Jangan Dilanjutkan

BANDAR LAMPUNG--Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung bersama Wahana Lingkungan Hidup (Walih) meminta Pemerinta Kota Bandar Lampung, lebih bijak sana jika reklamasi Teluk Lampung bakal dilanjutkan kembali. Paslnya, nasib para nelayan yang ada di pingir pantai Teluk Lampung harus diutamkan.

"Mereka mencari penghidupan dengan mengkap ikan, jika reklamasi terus-terusan dilakukan makan akan semakin sulit para nelayan mencari nafkah dipantai tersebut," ungkap Direktur LBH Alian Setiadi di Kantornya Jumat (21/4).

Menurut Alian, dalam hal pengembangan kota, reklamasi belum terlalu dibutuhkan di Bandar Lampung, untuk memelanjutkan pembangunan itu pun perlu ada izin dari Pemerintah Provinsi, karena berdasarkan aturan yang ditetapkan pengelolahan pantai berupa reklamasi harus melaui Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pihak Provinsi Lampung.

"Saya rasa kalau untuk pengembangan kota melalui reklamasi perlu dikaji ulang oleh pemerintah, karena reklamasi Teluk Lampung belum terlalu mendesak dilakukan, karena nelayan yang ada dibibir pantai masih butuh penghidupan," katanya.

Selain menghancurkan mata pencarian masyarakat sekitar, kerusakan pantai harus dipikirkan lebih jauh ada aturan yang harus dilihat dalam hal melakukan reklamasi bukan sekadar menimbun patai. "Banyak dampak yang perlu dikaji dari reklamasi yang dilakukan selama ini, selain aturan reklamasi juga menghancurkan mata pencarian masyrakat yang ada dilokasi tersebut," katanya.

Direktur Walhi, Hendrawan, menilai selain belum terlalu dibutuhkanya reklamasi yang dilakukan selama ini merusak ekosistem laut dan merusak mata pencarian nelayan.

Hingga kini proyek reklamasi yang dikerjakan oleh pihak ketiga melalui izin Pemerintahan Kota terhenti, kondisinya pun terbengkalai selain banyaknya ilalan, lokasi tersebut dijadikan tempat berkumpul anak muda-mudi.

"Dulu sempat jalan, tapi disegel sama pemerintah, sekarang nggak pernah lagi ada pengerjaan, yang masuk sinipun palin anak mudi yang pacaran," kata Ayu, warga yang  tidak jauh dari lokasi reklamasi saat ditemui Jumat (21/4/2017).

 

BAGIKAN