RUU Larangan Minuman Berakohol Terhambat Judul | Lampung Post
2017 21 April
903
Kategori Nasional
Penulis MTVN
Mahasiswa beri dukungan penghapusan minuman keras. (Foto: ANT)

RUU Larangan Minuman Berakohol Terhambat Judul

JAKARTA--Rancangan Undang-Undang (RUU) larangan minuman beralkohol (minol) yang digagas DPR lewat Pansus 26 Mei 2016 lalu hingga kini belum dituntaskan. Kendalanya, masih ada perbedaan pendapat dalam judul.
 
Anggota Pansus dari PPP Achmad Mustaqim mengatakan, terhambatnya pembahasan RUU Minol dalam rapat karena Pansus bersikeukuh pada persoalan judul RUU. PPP tetap konsisten dengan usulan nama RUU menambahkan kata 'larangan'.
 
"Ada dua penghambat pembahasan Pansus, pertama secara internal dalam Pansus ada polarisasi judul dan konten, pertama PPP yang di dukung 2 fraksi lain di judul 'larangan', beberapa fraksi setuju judul 'pengendalian dan pengawasan', kemudian ada yang setuju judul 'minuman beralkohol'," kata Achmad di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (21/4/2017).
 
Selain itu, kata Mustaqim, seringnya pihak pemerintah yang tidak hadir dalam rapat Pansus juga menjadi kendala, terlebih ketika akan mengambil sebuah keputusan dari pembahasan daftar inventaris masalah (DIM) yang diajukan pemerintah. Di antaranya terkait penjudulan RUU Minol tersebut.
 
"Pemerintah hingga batas akhir pengambilan keputusan masih berat sekali untuk berkompromi. Pemerintah tetap dengan judul pengendalian dan pengawasan, tanpa adanya kata `larangan`. Namun DPR meminta agar kata larangan masuk di dalam RUU sebagai bentuk perlindungan masyarakat dengan mayoritas umat Islam," ujar dia.
 
Achmad mengatakan, ketidakhadiran pemerintah dalam pembahasan RUU Minol menyebabkan rapat sering kali tertunda. Padahal, telah disepakati bahwa pengambil keputusan harus dihadiri setingkat eselon 1 dengan leading sektornya Kementerian Perdagangan yakni Sekjen Perdagangan.

BAGIKAN