Salman Sang Fenomenal | Lampung Post
2017 5 March
3671
Kategori Refleksi
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud. www.moslemtoday.com

Salman Sang Fenomenal

LAWATAN Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan rombongan menyedot perhatian rakyat Indonesia. Penjaga dua kota suci Mekah dan Madinah itu membawa babak baru bagi hubungan Arab Saudi dan Indonesia. Kunjungan raja petrodolar sejak 1—9 Maret 2017 ini menginvestasikan 1 miliar dolar AS untuk pendanaan proyek pembangunan di Indonesia.

Gegap gempita warga Ibu Kota, anak sekolah memegang bendera kedua negara menyambut kedatangan Sang Raja dan rombongan. Lawatan Raja Salman ke Indonesia melebihi Barack Obama, presiden Amerika, ketika mengunjungi Jakarta. Selama Salman di Jakarta, netizen membagikan gepokan uang dari Raja, bahkan video panggilan WhatsApp Raja.

Kunjungan Raja sangat fenomenal. Tak salah Ketua Umum Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) Jaya Suprana memberikan rekor bagi sang Raja. “Belum pernah ada yang seperti ini. Beliau (Raja Salman, red) layak diberikan penghargaan,” kata Jaya, Kamis (2/3/2017). Tiga rekor berhasil dipecahkan sekaligus. Rencananya penghargaan itu diberikan melalui Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi.

Tiga rekor itu adalah pertama, Raja Salman membawa rombongan terbesar dengan jumlah 1.500 orang. “Ini merupakan kunjungan kenegaraan yang terbesar. Negara lain belum pernah ada yang seperti ini,” ucap Jaya. Kedua, Raja Salman tercatat sebagai kepala negara tertua yang datang berkunjung ke Tanah Air pada usia 81 tahun.

Ketiga, jumlah investasi Arab Saudi yang dibawa Raja Salman menjadi yang terbesar dalam sejarah ekonomi Indonesia, yakni mencapai Rp333 triliun. Kunjungan itu sangat dirindukan rakyat Indonesia. Selama tiga hari, liputan media dalam negeri memuat foto Raja Salman bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam laporan dan halaman utama media massa.

Tak mau ketinggalan, Jokowi juga mengabadikan momen penting dan langka dalam video blog (vlog) berdurasi 2 menit 26 detik. Dalam vlog yang diambil di Istana Bogor itu, tampak Presiden tengah bersama Raja Salman. Berlatar alunan musik tradisional Sunda, Jokowi menyapa netizen dengan diawali salam.

"Saat ini saya sedang bersantap siang dengan Yang Mulia Sri Baginda Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. Beliau baru makan," kata Jokowi sambil mengarahkan kamera videonya kepada Raja yang tengah menyendok makanan. Jokowi lalu mengatakan lawatan Raja Salman itu merupakan kunjungan balasan setelah ia ke Arab Saudi pada 2015 lalu. ***

Setelah itu, Jokowi memberikan kesempatan kepada Raja Salman untuk menyampaikan sambutan kepada netizen. Dibantu penerjemah, Raja mengaku senang berada di Indonesia. Ia pun senang melihat rakyat Indonesi. "Bagi kami, rakyat Indonesia merupakan saudara kami, dan juga rakyat yang sangat mulia," kata sang Raja. Vlog itu diunggah ke YouTube. Beragam komentar bermunculan mengapresiasi vlog tersebut.

Memang, lawatan sang Raja menjadi perbincangan rakyat. Termasuk mengunjungi Masjid Istiqlal. Di masjid terbesar di Asia Tenggara itu, Salman didampingi Presiden Jokowi menunaikan salat tahiyatul masjid sebanyak dua rakaat. Usai salat sunah, Raja memberikan kain kiswah, penutup Kakbah sebagai cendera mata istimewa untuk pengelola Masjid Istiqlal.

Potongan kain kiswah dengan panjang 2 meter dan lebar 45 sentimeter itu akan dipajang di Masjid Istiqlal, bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung hadiah dari Raja Salman. Kain yang menutupi kakbah itu setahun sekali diganti. Kiswah disimpan di Museum Al Haramain di Mekah. Salah satu potongan kain itulah yang diberikan Raja Salman kepada pengelola Istiqlal.

Sehari sebelumnya, Jokowi menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang RI Adipurna kepada Raja Salman di Istana Bogor. Pemberian anugerah itu diberikan usai penandatanganan 11 nota kesepahaman. Salman sangat luar biasa menciptakan jalinan kerja sama berbagai bidang untuk kelangsungan hubungan baik kedua negara.

Banyak hal yang diberikan, disampaikan Salman kepada bangsa ini selama di Jakarta. Tidak hanya investasi dan dialog keagamaan, sang Raja juga ingin bertemu keturunan Bung Karno, presiden pertama RI. Soekarno ternyata menorehkan kenangan khusus bagi Raja Saudi satu ini. Ternyata Salman pernah berjumpa dengan Bung Karno ketika ia masih berusia 20 tahun.

Kunjungan ke Indonesia, bagi Salman untuk bernostalgia—mengenang seorang bapak bangsa yang selalu berapi-api ketika menyampaikan pidato. "Saya teringat Soekarno selalu menyebutkan 'Saudara-Saudara' setiap berpidato," kata Raja Salman kepada Presiden Jokowi. Bung Karno sulit dilupakan. Jadi sangat wajar ketika Raja Salman mencari jejak-jejak yang tertinggal yang dirindukannya ketika mengunjungi Indonesia.

"Mana cucu Soekarno?" tanya Raja. Puan Maharani pun mendekat untuk menjumpainya. Bahkan anak kandung Soekarno, Megawati Soekarnoputri, pun ikut diundang dalam acara jamuan di Istana Merdeka. Pertemuan berlangsung 15 menit. Ini menunjukkan kedua negara dan pemimpin sudah erat. Sejak dulu dirajut oleh Soekarno dengan Raja Faisal.

Salman juga terkesan dengan keberagaman di negeri ini. Dalam pertemuan tokoh lintas agama, Raja memuji Indonesia menciptakan kehidupan beragama yang saling berdampingan dalam suasana damai sehingga memperkuat nilai-nilai toleransi. Membuktikan keberagaman itu, usai lawatan di Jakarta, Salman dan rombongan berlibur selama empat hari di Pulau Dewata, Bali, tempat berdiamnya mayoritas umat Hindu. ***

BAGIKAN


REKOMENDASI