Sultan Sekala Bkhak Ramaikan Festival Ogoh-ogoh | Lampung Post
2017 27 March
3756
Kategori Lampung
Penulis Wahyu Pamungkas
Editor Winarko
Sultan Sekala Bkhak Yang Dipertuan Ke-23 Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Edward Syah Pernong menghadiri Festival Ogoh-Ogoh Lampung Tengah yang dipusatkan di Kecamatan Seputihraman, Minggu (26/3). (Istimewa)

Sultan Sekala Bkhak Ramaikan Festival Ogoh-ogoh

Gunung Sugih -- Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa membuka Festival Ogoh-Ogoh Lampung Tengah yang dipusatkan di Kecamatan Seputihraman, Minggu (26/3). Sebanyak 28 ogoh-ogoh diparadekan dalam ajang tahunan tersebut. Ini merupakan festival ogoh-ogoh terbesar di Lampung.

Yang menarik, acara ogoh-ogoh juga dihadiri Sultan Sekala Bkhak Yang Dipertuan Ke-23 Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Edward Syah Pernong yang datang langsung dari Lampung Barat. Dalam sambutannya, Bupati Mustafa menyatakan bangga karena telah menjadi bagian dari kekayaan budaya di Lamteng. Ia juga bangga karena jumlah peserta dari tahun ke tahun terus meningkat.

"Tahun lalu hanya diikuti 22 ogoh-ogoh. Tahun ini naik menjadi 28 ogoh-ogoh dan menjadi festival terbesar di Lampung. Saya apresiasi sekali dan siap mendukung segala upaya pelestarian adat istiadat serta budaya di Lampung Tengah," kata Mustafa.

Ia menambahkan festival ogoh-ogoh merupakan rangkaian kedua dari sebelumnya acara melasti di Kecamatan Seputihbanyak. Pemkab berjanji akan terus menjaga seluruh kekayaan budaya di Lamteng tanpa melihat latar belakang suku dan wilayahnya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh agama, tahun ini Pemkab Lamteng akan mengirimkan beberapa tokoh agama untuk lawatan ke beberapa negara pusat keagamaan, sesuai agama masing-masing. Untuk umat Hindu, Mustafa akan mengirimkan 10 orang melakukan perjalanan rohani ke India.

Edward Syah Pernong menuturkan festival ogoh-ogoh bukan hanya milik masyarakat Bali, melainkan juga menjadi milik masyarakat Lamteng. Membaurnya warga dari berbagai etnis dan suku menjadi bukti kerukunan umat beragama di Lamteng sudah berjalan baik.

"Kekompakan ini harus diapresiasi. Festival ogoh-ogoh adalah ekspresi syukur sekaligus kesiapan umat Hindu menyambut Tahun Baru Sakha. Festival ini juga simbol instropeksi diri. Menghilangkan keangkaraan murka, dan betapa masyarakat Bali di Lampung Tengah pandai membaca diri, melakukan langkah-langkah yang mengarah kebaikan," ujar mantan Kapolda Lampung itu.

Melalui festival ogoh-ogoh, Purnawirawan Jenderal bintang satu itu pun berharap akan membentuk masyarakat yang lebih baik, yang guyup dan santun. "Sepakat dengan Bupati Mustafa, kebudayaan yang kita miliki harus dilestarikan. Saya mengapresiasi festival ogoh-ogoh ini, semoga menjadi akar budaya yang terus lestari sampai anak cucu kita," ujar Pun Edward.

BAGIKAN