Utamakan Pembentukan Karakter Anak | Lampung Post
2017 19 April
429
Kategori Generasi Emas
Penulis Rudiyansyah
Para siswa dan guru TK SPS Manggis, Kupangkota, Telukbetung Utara, Bandar Lampung, berfoto bersama di halaman sekolah, Senin (17/4/2017). Pembentukan karakter siswa di sekolah ini dilakukan melalui pendidikan keagamaan. Dok. LAMPUNG POST

Utamakan Pembentukan Karakter Anak

PEMBENTUKAN karakter anak menjadi hal penting yang diutamkan di Taman Kanak-kanak (TK) Satuan PAUD Sejenis (SPS) Manggis, Telukbetung Utara, Bandar Lampung. Di sekolah ini pembentukan karakter dilakukan dengan membekali siswa dengan pendidikan keagamaan serta mengajarkan nilai-nilai kedisiplinan, mandiri, dan sopan santun.
Kepala TK Manggis Ketut Sari Cahyati menjelaskan setiap anak berasal dari keluarga yang memiliki pola asuh yang berbeda, sehingga peran sekolah adalah membantu para orang tua untuk mengembangkan karakter anak sesuai dengan yang diharapkan.
Di awal pendidikan para guru selalu membangun komunikasi dengan para orang tua siswa. “Kami selalu bertemu dan berkomunikasi dengan orang tua untuk mengetahui hal-hal yang menjadi kebiasaan dan karakter anak saat di rumah,” ujar Sari saat diwawancarai, Senin (18/4/2017).
Menurut Sari yang juga pengurus Himpaudi Bidang Organisasi di Kecamatan Telukbetung Utara, hal tersebut penting agar para guru dapat membimbing anak sesuai dengan karakter mereka. Untuk mewadahi komunikasi para orang tua, TK SPS Manggis juga memiliki forum khusus orang tua, yang dibentuk sejak 2013.
Di sekolah yang berlokasi di Jalan Tangkuban Perahu, Gang Manggis No. 10, Kupangkota, Telukbetung Utara, Bandar Lampung, setiap dua bulan sekali para orang tua berkumpul dalam forum tersebut untuk mendapatkan berbagai informasi mulai dari program pendidikan dan sistem belajar hingga tumbuh kembang setiap siswa. “Respons orang tua yang baik sangat memengaruhi perkembangan anak-anak di sekolah,” ujar Sari.
Selain melibatkan orang tua, menurut Sari, di sekolahnya para siswa dibekali dengan pendidikan keagamaan yang lengkap, mulai dari mengenal bacaan Alquran dengan metode iqro, menghafalkan doa-doa dan surah pendek, hingga praktik salat dan selalu sopan santun.
Para siswa juga aktif mengikuti kegiatan untuk merangsang kecerdasan dan keterampilan seperti mengikuti kegiatan belajar di alam, mengunjungi perpustakaan daerah untuk merangsang minat baca, hingga mengunjungi tempat-tempat yang mengedukasi lainnya.
Sari berharap dengan pendidikan dini yang lengkap para siswa akan tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah dan berkarakter baik serta siap melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya.

BAGIKAN