Warga Palas Keluhkan Bau dari Limbah Industri Tahu dan Tempe | Lampung Post
2017 18 April
1264
Kategori Lampung
Penulis Armansyah
Editor Sri Agustina
Industri rumah tangga tahu dan tempe menghasilkan limbah yang jika tak ditangani secara benar akan menimbulkan bau. (ILustrasi)

Warga Palas Keluhkan Bau dari Limbah Industri Tahu dan Tempe

KALIANDA--Warga Dusun Sukabangun, Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengeluhkan bau yang timbul dari limbah industri tempe dan tahu.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kecamatan Palas berencana melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan limbah tersebut.

Camat Palas, Rika Wati, mengatakan pihaknya telah mengintruksikan Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan untuk memastikan ke rumah usaha kecil (home industri) tempe dan tahu. Hal tersebut untuk mengurangi gejolak dari masyarakat setempat.

"Sudah saya perintahkan Kasi Ekobang untuk kelokasi. Biar sekaligus melihat kondisi limbah yang dikeluhkan masyarakat. Jika limbah itu menimbulkan bau tak sedap, nanti akan kami tegur secara keras," kata dia saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/4/2017).

Selain itu, kata Rika, pihaknya juga akan mengajak masyarakat dan pemilik industri tahu-tempe melakukan mediasi. Dengan begitu permasalahan limbah itu bisa diselesai secara musyawarah.

"Sebenarnya harus dimediasikan dulu. Mudah-mudahan dengan cara mediasi bisa diselesaikan masalahnya. Memang kalau masalah limbah harus benar-benar bisa diatasi tanpa merugikan masyarakat sekitar," ujar dia.

Sebelumnya, warga Dusun Sukabangun, Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, mengeluhkan limbah dari rumah usaha kecil (home industri) tempe dan tahu di Dusun setempat. Pasalnya, limbah tersebut mengeluarkan bau busuk.
Ponijo (34), warga dusun setempat mengatakan, masyarakat setempat mengeluhkan pembuangan limbah home industri tempe dan tahu yang dibuang ke lingkungan sekitar. Apalagi saat musim kemarau, bau busuk dari limbah tersebut sangat menyengat.

 

BAGIKAN