Angka Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Tubaba Naik

Warsit, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Tulangbawang Barat berharap program pusat dapat mengurangi angka PMKS di kabupaten Tubaba. Kamis (5/1/2017). (Foto:Lampost/A.Sobirin)

PANARAGAN  -- Angka kemiskinan di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) awal tahun 2017 naik dari 16.313 jiwa menjadi 18.112 jiwa yang terdaftar sebagai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

"Dari tahun 2015 PMKS sebanyak 16.313 jiwa, dan tahun ini naik menjadi 15% atau menjadi 18.112 jiwa," kata Warsit, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, di Dinas Sosial Kabupaten setempat, Kamis (5/1/2017).

Meski demikian, data tersebut akan ditinjau ulang untuk keakurasiannya.
"Yang melakukan pendataan Itu Tiyuh, kami perlu melakukan pendataan ulang agar program-program untuk PMKS dapat tersalurkan tepat sasaran, ujar dia.

Warsit berharap, adanya program bantuan dari pusat yang saat ini turun ke daerah, seperti Dana Desa (DD), program bantuan sosial dan lain sebagainya mampu mengurangi angka kemiskinan di kabupaten Tubaba.
"Kami berharap seperti Dana Desa dengan padat karyanya, penyaluran beras miskin (Raskin), program keluarga harapan (PKH), Keluarga Kurang Sejahtera (KKS), kelompok usaha bersama (KUB), mampu mengurangi angka kemiskinan di Tubaba, " ujarnya.
Sementara itu data pengangguran (pencari kerja) di kabupaten Tubaba yang dihimpun Lampost.co dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat menunjukkan angka penurunan dari tahun ke tahun.

Dari angka tertinggi di tahun 2013 sebanyak 627 orang, tahun 2014 turun menjadi 382 orang, dan di tahun 2015 menjadi 232, terakhir tahun 2016 tinggal 201 orang.

"Itu data dari pencari kerja yang mengajukan kartu kuning di sini, dan harapan kami mereka yang belum maupun sudah bekerja dapat memberikan laporannya minimal enam bulan setelah kami keluarkan kartu kuning, agar kami tahu perkembangannya," ujar Kasi Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja, Ade Aryuni.