Medsos dan Depresi

Media sosial memacu tingkat depresi. (Ilustrasi)


SEBUAH penelitian yang melibatkan para generasi milenial, yaitu mereka yang lahir antara 1981 sampai 1997, terungkap bahwa makin banyak akun media sosial yang dimiliki, makin rentan pula mereka pada gangguan kecemasan sampai depresi.

Pusat Penelitian Media, Teknologi, dan Kesehatan University of Pittsburgh, AS, menyatakan generasi milenial dipilih karena yang paling banyak menggunakan media sosial. Penelitian yang dilaksanakan sejak 2014 dan melibatkan 1.787 generasi milenial berusia 19—32 tahun. Hasilnya menunjukkan mereka yang menggunakan tujuh atau lebih platform media sosial memiliki risiko gangguan kecemasan dan gejala depesi tiga kali lipat, dibanding mereka yang tidak main media sosial atau hanya memiliki dua akun media sosial.

Selain itu, keranjingan media sosial dan membangun koneksi di sejumlah akun media sosial yang berbeda bisa merusak suasana hati dan memicu emosi negatif.