Menyambut Tahun Baru

Susilowati (Lampost.co)

"Tahun Baru ke mana, Le?"
"Enggak ke mana-mana, emang ada apa dengan Tahun Baru, Yun?"
"Tole, Tole, coba ada ide jalan-jalan gitu, siapa tahu kamu dapat jodoh saat jalan-jalan."
"Weleh, kalau memang sudah waktunya, enggak jalan-jalan juga dapat jodoh, Yun."
"ya enggak gitu, Le. Namanya juga anak muda, yang semangat, merayakan Tahun Baru berharap tahun depan lebih baik. Dan berdoa semoga di tahun yang akan datang, jodohmu datang."
"Walah, Yun, doa itu setiap hari, setelah salat, enggak perlu nunggu Tahun Baru."
"Iya, Le, kamu kok jadi pesimistis gitu, ayo semangat. Jadi Tahun Baru kamu enggak mau ke mana-mana?"
"Ya mau dong, mau mengantar simbok ke pasar, terus angon sapi, angon kambing."
"Enggak mau ikut bakar-bakar, gitu?"
"Bakar-bakar apa? Bakar rumah? Aku enggak ikutan, nanti dimarahi orang."
"Ya bukan, bakar jagung, apa bakar ikan, atau bakar ayam, gitu."
"M.. walah kurang kerjaan. Lah tiap ronda saja aku bakar singkong atau bakar jagung, enggak perlu nunggu Tahun Baru."
"Ok, apa kamu enggak mau kumpul-kumpul sama teman-teman?"
"Lah tiap hari kita kumpul, kalau enggak di musala ya di gardu, atau di rumah siapa gitu, kalau ada yang narik yasinan."
"kalau begitu, apa kami enggak pengin menghidupkan kembang api, bakar petasan, tiup terompet, gitu?"
"Enggak Yun...tidak seperti biasa, Tahun Baru aku mau di rumah saja, mau berdiam diri, umurku sudah tua, dosaku makin banyak, pahalaku belum tentu ada."
"O mau muhasabah, gitu?"
"Apalah namanya, yang pasti aku mau berdiam diri."
"Kalau itu, Yun, nanti di musala juga akan mengadakan, istigasah menyambut Tahun Baru 2017, kamu mau ikutan enggak?"
"Nah, kata siapa, Yun?"
"Makanya, updeat dong, tadi malam kamu enggak ke gardu, Kang Santri dan kawan-kawan ngobrol-ngobrol, kita mau muhasabah dan istigasah menyambut Tahun Baru."
"Nah, kalau itu aku mau."
"katanya mau di rumah saja."
"Ibadah berjemaah itu lebih baik, Yun, tapi maksiat berjemaah itu enggak ada baiknya."
"Maksudmu?
"Ya kalau menyambut Tahun Baru dengan bersenang-senang, dilanjutkan dengan maksiat, itu yang membuat tahun depan lebih suram."
"Bisa saja kamu, Le."