Tarmizi Berpulang, Sekala Bkhak Merasa Kehilangan

Foto kenangan, Ketua PSMTI Lampung, Tarmizi Tanjungan (kiri), bersama Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, SPDB Edward Syah Pernong, dan Penasehat PSMTI Lampung Herman Gani dalam pertemuan pasca-Cap Go Meh 2017. (Foto:Dok.Lampost)

BANDAR LAMPUNG--Sultan Sekala Bkhak ke-23 Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Edward Syah Pernong mengaku merasa kehilangan atas meninggal dunianya Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Lampung, Tarmizi Tanjungan. Tokoh Tionghoa itu begitu dekat dengan Pun--- sapaan khidmatnya Edward Syah Pernong, dan menjadi adik bungsu Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bkhak.

"PSMTI adik pungsu (bungsu, red) kami dari Sekala Bkhak Kepaksian Pernong. Secara resmi sudah dilakukan angkon muakhi untuk pengangkatan saudara. Pak Tarmizi juga menjadi kawan diskusi kami masalah keberagaman," kata Pun Edward, kepada Lampost.co, Senin (20/3/2017) malam.

Menurutnya, angkon muakhi juga menjadi contoh hal yang terbaik buat anak cucu. "Ada banyak nilai yang diberikan dalam diskusi tentang keberagaman dengan beliau, kami sangat berduka atas kepulangannya," kata dia.

Almarhum Tarmizi Tanjungan, meninggal dunia, Senin (20/3/2017), sekitar pukul 18.50.WIB. di kediamannya di Jl. A. Dahlan, Bandar Lampung. Sejumlah rekan dan kerabat sempat kaget mendengar kabar duka tersebut. Pasalnya, sebelumnya sosok yang juga Ketua Perkumpulan Marga Kembang Lampung dan anggota Rotary Lampung itu masih sempat makan siang bersama rekan-rekan di PSMTI Lampung.

Humas PSMTI Lampung, Milana Lie mengatakan almarhum yang dilahirkan di Pulau Bangka pada 3 Februari 1946 itu adalah sosok yang bersahaja dan bijaksana dalam beroranisasi maupun kesehariannya.

Sementara itu, tadi malam, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo juga turut berbelasungkawa atas meninggalnya Tarmizi Tanjungan. Menurut Gubernur, almarhum merupakan sosok kebapakan yang teduh, bersahaja, dan bijaksana.

"Ada satu kenangan dengan beliau saat mengucapkan terima kasih bahwa acara Cap Go Meh 2017 yang digelar di Mahan Agung berlangsung sukses. Saat itu saya juga meminta PSMTI agar aktif dalam kegiatan adat, budaya, dan keagamaan dalam rangka kebhinekaan dan keberagaman," kata Gubernur.

Sesuai dengan wasiat almarhum semasa hidup, yang meminta kelak jenazahnya agar disemayamkan di gedung serba guna (GSG) di Jl.Way Ngarip Pahoman, Bandar Lampung. Gedung tersebut pernah digunakan acara angkon muakhi PSMTI dengan Kerajaan Adat Sekala Bkhak. Gedung tersebut juga dibangun oleh almarhum.