Zona >6 Ekonomi Lampung

Asrian Hendi Caya (lampost)

PEREKONOMIAN Lampung sudah tumbuh baik belakangan ini karena mencapai rata-rata di atas 5%. Namun, pencapaian ini belum dapat menyelesaikan banyak masalah kesejahteraan rakyat. Artinya, agar banyak masalah kesejahteraan teratasi secara lebih cepat, ekonomi Lampung harus tumbuh lebih cepat lagi.
Potensi untuk itu ada karena ketersediaan sumber daya dan tingkat aktivitas ekonomi yang sudah ada serta dukungan infrastruktur yang makin baik. Lampung sendiri sudah pernah tumbuh di atas 6%.
Saat ini secara nasional berlangsung proses penyusunan perencanaan pembangunan untuk 2018, yang dimulai dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) desa, kecamatan, dan kabupaten, yang dilanjutkan dengan musrenbang provinsi dan nasional.
Dalam konteks ini, Lampung dibebani Pemerintah Pusat untuk tumbuh 6,55% pada 2018. Beban ini sepertinya berat untuk dicapai mengingat 2016 ekonomi Lampung tumbuh 5,15%, dan ini merupakan pertumbuhan tertinggi untuk beberapa tahun terakhir.
Mengingat masalah kesejahteraan yang masih besar karena tingkat kemiskinan yang masih tinggi (lebih tinggi dari nasional), indeks pembangunan manusia (IPM) yang masih rendah (lebih rendah dari nasional), dan pendapatan per kapita yang relatif rendah (lebih rendah dari nasional), beban untuk mencapai pertumbuhan di atas 6% merupakan momentum untuk kebangkitan Lampung. Kebangkitan Lampung harus ditandai dengan transformasi ekonomi dan meningkatnya kesejahteraan rakyat.

Tidak mudah untuk melompatkan perekonomian Lampung mencapai zona pertumbuhan di atas 6%. Untuk itu, pelaku ekonomi Lampung harus berkomitmen bahwa ekonomi Lampung harus memasuki zona pertumbuhan ekonomi lebih dari 6%. Komitmen itu diperkuat melalui sinergi pelaku ekonomi sehingga usaha mewujudkan zona pertumbuhan ekonomi di atas 6% menjadi lebih mudah.
Secara sporadis Lampung dapat menggerakkan ekonomi melalui penciptaan event (kegiatan), baik berskala nasional maupun internasional. Dengan akomodasi (hotel dan gedung pertemuan) dan transportasi (bandara dan penerbangan) yang ada sangat memungkinkan untuk menciptakan event besar. Hal ini akan mendorong perekonomian melalui sisi permintaan (demand), terutama melalui pengeluaran konsumsi. Selama ini peranan konsumsi sangat besar dalam membentuk PDRB (produk domestik regional bruto) dan merupakan sumber pertumbuhan ekonomi yang besar.

* Mengolah Olahraga dan Seni

Event olahraga sangat mungkin dilakukan. Surfing bisa menjadi event skala internasional. Bahkan, Lampung bisa merintis event olahraga berskala regional Sumatera untuk beberapa cabang tertentu. Di bidang seni, Lampung juga bisa menginisiasi event berskala nasional bahkan internasional. Karena tidak sedikit seniman Lampung yang sudah berkiprah di tingkat nasional bahkan dunia.
Melalui Kadin atau asosiasi usaha diharapkan juga menciptakan event di Lampung yang berskala nasional dan internasional. Lampung sudah memberikan CSR (corporate social responsibility) award serta menciptakan forum dan sinergi CSR. Hal ini bisa menjadi model nasonal, yang diawali dengan kegiatan simposium/sarasehan nasional. Pemerintah juga harus mengambil kegiatan-kegiatan nasional. OPD (organisasi perangkat daerah) didorong untuk menarik kegiatan kementerian ke Lampung. Selain menciptakan kegiatan berskala nasional yang akan mendukung keunggulan Lampung, seperti hilirisasi jagung, singkong, dll. Organisasi profesi dan kemasyarakatan serta komunitas juga diharapkan menyelenggarakan event besar. Bila semua komponen bergerak, multiplier effect (dampak ganda)-nya akan luar bisa terhadap kegiatan ekonomi.
Bersamaan dengan itu, keramaian juga bisa dilakukan melalui sektor pariwisata. Belakangan ini dengan aksesibilitas yang makin baik, kunjungan wisata makin banyak. Bersamaan dengan itu, kegiatan wisata juga makin banyak. Beberapa kabupaten telah menetapkan event dalam jumlah yang banyak, seperti Tanggamus dan Lampung Timur yang menetapkan lebih dari 20 kegiatan selama tahun 2017. Kepastian waktu dan jenis kegiatan sangat penting bagi calon wisatawan untuk memilih dan menentukan jadwal kunjungan. Kepastian juga penting bagi pengelola hotel dan travel sehingga dapat ikut mempromosikan dan menyiapkan layanan yang mendukung. Ini salah satu bentuk sinergi yang saling menguntungkan.
Secara struktural, perekonomian Lampung masih didominasi oleh pertanian. Karena itu, dengan mengintervensi sektor pertanian, dampaknya akan besar terhadap kegiatan ekonomi Lampung. Selama ini sektor pertanian merupakan sumber utama pertumbuhan ekonomi. Khusus di bidang pangan dan hortikultura belakangan ini, Lampung mendapat momentum dengan diperbaikinya jaringan irigasi dan dibangunnya embung oleh Pemerintah Pusat. Mengingat sebagian besar penduduk Lampung bermata pencaharian petani, membangun pertanian akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, peningkatan nilai tambah sektor pertanian harus dinikmati petani. Dengan demikian, processing harus dimulai dari desa sehingga secara bersamaan ikut membangun perekonomian desa.
Perekonomian desa merupakan penggerak kemajuan desa. Membangun desa adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat karena sebagian besar penduduk tinggal di perdesaan. Konsentrasi kabupaten untuk membangun desa merupakan sinergi yang menguatkan percepatan pembangunan desa. Membangun pertanian dan perdesaan mengawali transformasi perekonomian Lampung. Transformasi ekonomi Lampung sudah mendapat dorongan dengan banyaknya proyek strategis nasional (PSN) di Lampung. Pemerintah Pusat tengah giat membangun infrastruktur dalam rangka mendorong percepatan pembangunan ekonomi, khususnya di luar Jawa.
Lampung karena itu bukan hanya bertanggung jawab ikut menyukseskan PSN, melainkan juga bersiap memanfaatkannya untuk kemajuan Lampung. Dunia usaha diharapkan yang paling depan memanfaatkannya dan pemerintah mendorong dan memfasilitasi semua pelaku ekonomi untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang besar ini. Untuk itu, spirit pengusaha bukan hanya mengembangkan usahanya, melainkan juga memajukan Lampung bersamaan dengan kemajuan usahanya.
Sektor industri dan jasa adalah sektor hilir yang harus memanfaatkan produk sektor primer (pertanian dan sumber daya alam). Di sinilah kehadiran pelaku usaha diharapkan berperan besar. Energi, utamanya listrik memang selama ini menjadi kendala dalam mengembangkan industri manufaktur (pengolahan). Dan ini sudah menjadi perhatian (konsen) Pemerintah Pusat. Pembangunan pembangkit listrik di Lampung semoga berjalan lancar, ada yang berasal dari panas bumi (Ulu Belu, Tanggamus, Gunung Rajabasa, Lamsel, Danau Ranau-Suoh-Sekincau, Lambar) dan batu bara sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan sektor industri. Pembangunan sektor industri merupakan penopang transformasi ekonomi Lampung. Ayo songsong Lampung capai zona >6 pertumbuhan ekonomi. Semua berkontribusi dalam sinergi bangkitkan ekonomi Lampung.