2016, Kasus Narkoba di Lampung Utara Meningkat

Kasus narkoba di Lampung Utara selama 2016 meningkat dibandingkan tahun lalu. (Ilustrasi)

KOTABUMI--Kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah Lampung Utara tahun 2016 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data kepolisian Satatuan Narkoba Polres Lampung Utara selama Januari—28 Desember 2016, ada 80 kasus dengan tersangka 120 orang. Sementara di tahun 2015, sebanyak 79 kasus dengan tersangka 106 orang.

”Mereka yang ditangkap hampir rata-rata terlibat dalam kasus penyalah gunaan narkoba jenis sabu sebanyak 76 kasus dan selebihnya penyalah gunaan narkoba exstasi serta ganja,”kata Kasat Narkoba Lampung Utara, AKP Jhon Kendy, mewakili AKBP Esmed Eryadi Kapolres Lampung Utara, ketika dimintai keterangan, Rabu (28/12/2016).
Dia juga menjelaskan, kasus penyalah gunaan narkoba di Wilayah Lampung Utara dalam setiap tahunnya terus mengalami peningkatan dan kondisi ini dinilanya cukup memperihatinkan serta harus mendapatkan perhatian serius oleh semua pihak terkait.

”Apa pun bentuknya mereka yang terjerumus dalam penyalah gunaan narkoba adalah warga Lampung Utara dan ini harus menjadi perhatian yang cukup serius untuk segera diatasi oleh semua pihak baik pemerintah dan tokoh agama maupun masyarakat ,”ujar dia.
Untuk saat ini, dari puluhan kasus yang ditanggani diketahui mereka dari berbagai macam latar belakang perkerjaan yakni oknum PNS sebanyak 3 orang; mahasiswa 1 orang; pelajar 5 orang dan selebihnya adalah berpropesi wiraswasta baik sebagai tani mapu pedagang.

Sementara itu, untuk mengenai jenis narkobanya yaitu sabu-sabu sebanyak 76 kasus dan exstasi sebanyak 5 kasus serta daun ganja sebanyak 4 kasus. Sedangkan jenis laki-laki sebnyak 116 orang dan 4 orang adalah wanita.
”Penyalah gunaan narkoba jenis sabu-sabu dalam setiap tahunya masih medominasi,”katanya.
Pihaknya berharap, peran semua pihak agar dapat bersama-sama untuk mengatasi kasus penyalah gunaan narkoba yang yang ada di Lampung Utara dan saat ini peredaran narkoba telah masuk kepelosok-pelosok desa yang dapat merusak tatanan yang ada ditengah masyarakat.