285 Kasus TB Ditemukan di Pringsewu

Lomba Desa tingkat kabupaten Pekon Podosari dikunjungi Pj.Bupati Pringsewu, Yudha Setiawan, dan bersama tim penilai, Sabtu (18/3/2017). Penilaian lomba desa termasuk kesehatan, dimana di Peingsewu ada 285 kasus TB pada tahun 2016. (Foto:Lampost/Sudiono)

PRINGSEWU--Hasil penemuan kasus TB dari Dinas Kesehatan Pringsewu pada 2016, tercatat sebanyak 285 kasus TB basil tahan asam (BTA) positif atau 46% dari sasaran yang harus ditemukan.

"Artinya, masih ada separuh penderita yang belum mendapat pengobatan sesuai standar pengobatan TB, yang dapat menularkan ke orang lain, terutama orang terdekat," ujar Kabid P2P Dinkes Pringsewu, Sufriyanto, mewakili Dinkes Pringsewu dalam memberikan pengarahan saat penglepasan kader TB HIV Care Aisyiyah Pringsewu 2017 yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pringsewu, Jumat (17/3/2017).

Menurut dia, untuk menemukan penderita TB, tidak cukup hanya oleh pelayanan kesehatan saja. Sufriyanto menyebutkan diperlukan peran serta aktif semua elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan sesuai dengan peran fungsi dan kemampuannya.
"Setidaknya menyebarluaskan informasi yang benar dan tepat dapat diterima oleh masyarakat."
Di lini terdepan, para kader kesehatan yang telah dilatih oleh Aisyiyah pada Februari hingga Maret 2017 terbukti telah dapat turut menjaring suspect TB melalui berbagai kegiatan, termasuk melalui media penyuluhan," kata Sufriyanto.
Menurut Sufriyanto, kegiatan lainnya yang potensial adalah pendampingan bagi penderita TB yang sedang menjalankan pengobatan agar mereka dapat menyelesaikan masa pengobatannya dengan benar dan selesai sesuai kurun waktu yang telah ditentukan. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi lagi adanya penderita TB yang mangkir, bahkan menjadi putus berobat (drop out) yang menjadi penyebab munculnya cikal bakal kasus-kasus MDR (multi drug resisten/TB resisten obat) yang baru-baru ini sudah mulai bermunculan di berbagai daerah," kata Sufriyanto.

Dia menjelaskan penyakit TB merupakan penyakit menular yang disebabkan kuman Mycrobacterium tuberculosis dan dapat menyebabkan kematian bila tidak segera ditangani. Penyakit TB merupakan penyakit nomor dua penyebab kematian setelah penyakit jantung, dan merupakan penyakit nomor satu penyebab kematian karena infeksi di dunia.
“Penyakit TB adalah penyakit menular dan bukan penyakit keturunan, dapat menular kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, artinya kita semua dapat tertular penyakit TB, untuk itu pengetahuan tentang penyakit TB harus diketahui oleh kita semua bagaimana pencegahannya, penularan serta pemeriksaan dan pengobatannya," kata dia
Menurutnya, kader TB adalah anggota masyarakat secara sukarela membantu penanggulangan TB sesuai kemampuannya.
Pihaknya berharap kader TB HIV Care Aisyiyah Pringsewu 2017 dapat membuat kesepakatan dan komitmen serta berperan serta aktif dalam menyebarluaskan informasi yang tepat dan berdampak positif terhadap penanggulangan TB di Pringsewu. "Mudah-mudahan kegiatan penglepasan kader TB-HIV Care Aisyiyah Pringsewu pada hari ini dapat diterima kita semua. Bahkan, semua peserta nanti dapat menyampaikan kembali secara terus menyosialisasikan kepada anggota masyarakat di sekitar lingkungannya masing-masing," ujarnya.