3 SMP Di Pesisir Barat Siap Laksanakan UNBK

Ilustrasi UNBK. Dok. Lampost.co

KRUI -- Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) siap dilaksanakan terutama pada sekolah menengah pertama (SMP) yang ada di kabupaten tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Pesibar Hapzi, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan dasar dan Menengah Rena Novasari. UNBK di sekolah tingkat menengah di Kabupaten Bumi Para Saibatin dan Ulama itu dapat segera dilaksanakan pada bulan Mei mendatang.
“Untuk tahun ini di Pesisir Barat terdapat 3 SMP yang akan melaksanakan UNBK, yaitu SMPN 1, SMPN2, dan SMPN3 Pesisir Tengah. Dengan total dari seluruh sekolah tersebut yaitu sebanyak 541 siswa-siswi,” ujarnya kepada Lampung Post, Jumat (3/3/2017).
Dalam pelaksanaan tersebut, menurut dia, di Kabupaten Pesisir Barat tidak terlalu memiliki kendala, walaupun terdapat satu yang memang menjadi kendala di kabupaten itu adalah kestabilan listtrik.
“Secara keseluruhan pelaksanaan UNBK pada tahun ini tidak memiliki kendala, hanya saja sedikit kendalanya pada listrik. Karena dalam pelaksanaan UNBK harus memiliki tegangan yang cukup untuk menopang alat-alat penunjang seperti server, laptop, dan komputer yang membutuhkan tegangan listrik yang lumayan cukup besar,” kata dia.
Dia melanjutkan untuk saat ini ketiga SMP tersebut telah melaksanakan simulasi pelaksanaan UNBK, dan sejauh ini dapat berjalan dengan lancar dan telah dijadwalkan bahwa pelaksanaan UNBK akan dilaksanakan pada Mei 2017 mendatang.
“Saat ini kan baru pada tahap simulasi saja, perkenalan agar para siswa dan siswi dapat mengerti bagaimana mengerjakan soal pada ujian berbasis komputer ini. Dan mudah-mudahan pada pelaksanaannya pada Mei 2017 mendatang dapat berjalan lancar juga,” lanjutnya.
Menurut dia, dalam pelaksanaan UNBK yang akan datang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat, berharap dapat lebih dari jumlah sekolah yang ikut pada tahun ini, jika dalam sarana dan prasarana penunjang untuk melaksanakan ujian tersebut terpenuhi, bukan tidak mungkin dapat lebih dari tahun ini.
“Di Pesisir Barat ini terdapat 35 SMP, dan untuk tahun ini memang baru 3 SMP saja yang dapat melaksanakan UNBK karena keterbatasan sarana penunjang pelaksanaan UNBK tersebut. Tapi kita berharap bahwa tahun depan di Pesisir Barat bisa lebih dari saat ini SMP yang dapat melaksanakan ujian berbasis komputer itu,” harapnya.