50 Guru di Metro Ikuti Bimtek Pendidikan Inklusi

Sebanyak 50 guru di metro mengikuti bimtek tentang pendidikan anak berkebutuhan khusus, Minggu (4/12/2016). LAMPUNG POST/AGUS C

METRO -- Sebanyak 50 guru dari beberapa sekolah di Metro yang memiliki siswa berkebutuhan khusus mengikuti bimbingan teknis. Bimtek diadakan selama 4 hari, 30 November—4 Desember 2016, di Palem Indah, Ganjaragung, Metro Barat.

Para guru mendapat materi tentang esensi pendidikan inklusi, karakteristik anak berkebutuhan khusus atau ABK, desain pembelajaran dan sistem evaluasi. Materi disampikan Ketua Pokja Inklusi Metro Rifian Chepy, serta Supriyono dan Deviel dari Pusat Sumber Pendidikan Inklusi.

Ketua Pokja Inklusi Kota Metro Rifian Chepy menuturkan bintek bertujuan untuk menyosialisasikan program dan implementasi pendidikan inklusi di sekolah. Diharapkan para guru yang memiliki siswa berkebutuhan khusus menjadi paham dan mampu melaksanakan pembelajaran di sekolah regular.

Ia menambahkan Kota Metro saat ini sudah memiliki Perda No.13 tahun 2016 tentang Hak-hak Penyandang Distabilitas yang didalamnya menjamin hak-hak anak berkebutuhan khusus bisa mendapatkan pendidikan bermutu di sekolah.
“Melalui bimtek ini salah satunya adalah untuk menggaransi persiapan sekolah dalam melayani anak berkebutuhan khusus,” ucapnya.

Ia berharap dalam bimtek ini guru dapat mendapat wawasan untuk mendidik siswa berkebutuhan khusus.
Kegiatan ii dilaksanakan mengunakan metode partisipasip dengan melakukan teori dan praktik.