Agar Anak Cerdas Menggunakan Teknologi

Para siswa dan guru TK Aisyiyah 1 Labuhanratu, Bandar Lampung, berfoto bersama di halaman sekolah, Jumat (17/3/2017).Sekolah yang berdiri sejak 1969 ini mengusung visi menjadikan anak-anak menjadi generasi yang kreatif, ceria, dan berakhlak mulia. LAMPUNG

MESKI mengutamakan pendidikan keagamaan, di Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah 1 Labuhanratu, Bandar Lampung, para siswa sudah dikenalkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sejak dini. Hal tersebut, menurut Kepala TK Aisyiyah I Labuhanratu, Moh Muhdir, dilakukan selain untuk merangsang perkembangan kecerdasan anak, juga untuk membimbing siswa cerdas dan santun dalam menggunakan teknologi yang kini semakin berkembang.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya bisa menggunakan teknologi, tetapi mereka mengetahui sistem kerjanya, hingga cara penggunaan yang semestinya," kata Muhdir, diwawancarai di sekolahnya, Jumat (17/3/2017).
Pada tataran siswa TK, menurut Muhdir, pengetahuan iptek diberikan mulai dari hal-hal yang dekat dengan keseharian mereka. Seperti mengetahui konsep teknologi jam yang setiap hari mereka gunakan untuk mengetahui waktu, televisi yang sering mereka tonton, hingga mengenalkan dengan teknologi seperti komputer dan gadget.
Menurut Muhdir, pengetahuan seputar teknologi tersebut sangat penting, karena anak-anak saat ini sudah semakin dekat dengan benda-benda tersebut, sehingga anak-anak akan bisa lebih bijak saat menggunakan teknologi sesuai dengan fungsinya.
Selain pengetahuan teknologi, di sekolah yang beralamat di Jalan ZA Pagaralam, No. 14, Labuhanratu, Bandar Lampung, ini pendidikan karakter anak menjadi hal lain yang ditekankan pada siswa.
Menjadikan anak yang kreatif, ceria, dan berakhlak mulia menjadi visi sekolah naungan Aisyiyah Lampung ini. Para peserta didik dilatih untuk terbiasa menjalankan ibadah seperti salat dengan kegiatan lain seperti berwudu hingga mengaji Alquran. "Setiap Jumat anak-anak melaksanakan salat duha secara berjemaah di masjid di kompleks sekolah," ujar Muhdir.
Saat ini TK Aisyiyah menerapkan kurikulum PAUD 2013, yang dikombinasikan dengan kurikulum khas Aisyiyah. Dalam kegiatan bermain dan belajar, menurut Muhdir, anak-anak menjadi pusat pembelajaran. “Guru hanya menjadi fasilitator yang mengarahkan mereka, selebihnya siswa yang harus lebih aktif,” kata dia.
Dengan begitu, kualitas guru menjadi hal yang penting dan diutamakan di sekolah ini. Setiap bulan guru mengikuti kegiatan khusus, untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran dan diberikan metode-metode baru dalam pembelajaran sehingga para guru dapat selalu berinovasi saat di kelas. “Supaya anak-anak tidak bosan dan selalu semangat belajar,” kata dia.
Berdiri sejak 1969 sekolah yang sudah memiliki ribuan alumni ini masih terus mendapatkan kepercayaan masyarakat. Saat ini ada sekitar 92 siswa yang menimba ilmu di sekolah dengan enam tenaga pendidik profesional.
Sebagai kegiatan tambahan, siswa juga biasa mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung kecerdasan mereka seperti taman pendidikan Alquran (TPA), sempoa, menari, dan kunjungan edukasi.