Aniaya Warga, Kades Merak Belantung Dilaporkan ke Polda

Ilustrasi kasus penganiayaan. Dok. lampost co

KALIANDA -- Kepala Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Muzani dilaporkan warganya ke Polda Lampung atas dugaan penganiaaan berat terhadap Ambok Anggara (39) di sebuah pesta resepsi di desa setempat, Jumat (6/1/2017), sekitar pukul 00.40.
Kuasa hukum Ambok, David Sihombing, mengatakan perkara dugaan penganiayaan berat itu sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B-17/I/2017/SPKT 6 Januari 2017. David menjelaskan berdasar pada pengakuan korban, pada saat organ berlangsung, menjelang tengah malam Kepala Desa Muzani meminta hiburan dihentikan, lalu terlihat peralatan musik sudah dihentikan dan dikemas. Namun teriakan massa keramaian meminta hiburan dilanjutkan.
“Kepala Desa itu lalu mendekati panggung dan secara mendadak Muzani memukul klien kami hingga babak belur di tengah keramaian warga. Kemungkinan pelaku berpikir korban yang minta hiburan dilanjutkan,” ujar kuasa hukum korban. Akibat penganiayaan itu, Ambok mengalami luka dan memar di bibir serta giginya copot yang menyebabkan korban kesulitan mengunyah makanan, serta pakaiannya berlumuran darah.
Malam itu, ujar kuasa hukum Ambok, korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di Lampung Selatan untuk mendapat pertolongan pertama. Pagi harinya, luka aniaya tersebut divisum di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung untuk melengkapi laporan polisi di Polda Lampung.
Terduga pelaku juga dirasakan tidak ada niat baik atas penganiayaan berat yang dilakukan. Menurut David Sihombing, sebagai kepala desa seharusnya mengayomi masyarakatnya. Jika terkait dengan keramaian, bukan wewenang kepala desa karena ada petugas kepolisian. “Menghakimi sendiri, bukan cerminan seorang kepala desa, apa pun alasannya," ujar David.