AS Mengaku Bertanggung Jawab atas Serangan Masjid di Suriah

Regu penyelamat berupaya keluarkan korban serangan di masjid (Foto: Anadolu).

Aleppo -- Militer Amerika Serikat (AS) mengaku bertanggungjawab dalam serangan udara yang menghantam sebuah masjid di Aleppo, Suriah. 42 orang dilaporkan tewas dalam kejadian ini.

Pusat Komando AS (CENTCOM) mengatakan bahwa pesawat milik AS menargetkan serangan ke sebuah tempat pertemuan Al Qaeda. Serangan dilakukan di Desa al-Jina dan bukan serangan dari pasukan koalisi.

Menurut sumber yang berada di lokasi, serangan terjadi di saat salat ketika masjid dalam kondisi penuh. Diketahui sekitar 300 orang berada di dalam masjid ketika serangan terjadi.

"Serangan dilakukan oleh pesawat tak teridentifikasi ke sebuah masjid di Provinsi Aleppo, dan menewaskan 42 orang. Sebagian besar dari korban adalah warga sipil," ujar Direktur Syrian Observatory for Human Rights Rami Abdel Rahman, seperti dikutip AFP, Jumat 17 Maret 2017.

"Lebih dari 100 orang terluka," imbuhnya.

Sementara pengakuan dari militer AS disampaikan oleh Juru Bicara CENTCOM Mayor Josh Jacques. "Satu kelompok pasukan yang mengawasi serangan udara koalisi di Suriah dan Irak telah menentukan bahwa tempat itu menjadi lokasi pertemuan Al Qaeda, kami pun melakukan serangan".

"Itu terjadi berseberangan dengan jalan di mana terletak sebuah masjid," ungkap Mayor Jacques, yang menyebutkan masjid itu tidak terkena serangan langsung.

Desa Al-jina sendiri berada dalam genggaman kelompok pemberontak dan militan. Tetapi ketika serangan terjadi, diperkirakan tidak ada kelompok militan yang berada di lokasi itu.

Pihak Observatory menyebutkan bahwa saat ini regu penyelamat berjuang keras untuk mengeluarkan korban selamat yang masih terperangkap dalam puing. Puluhan orang saat ini masih dinyatakan hilang.

Foto dari surat kabar Halab Today memperlihatkan tumpukan puing dari masjid yang hancur. Tampak regu penyelamat berupaya untuk mencari korban selamat.