Asa Bangkitkan Sepak Bola!

Muharam Candra Lugina, wartawan Lampung Post

SEPAK bola Lampung sempat berkibar di kancah nasional di era tahun 1980-an. Saat itu klub Jaka Utama yang berisikan sejumlah pemain berlabel bintang, seperti Bujang Nasril dan Mundari Karya, menjadi salah satu kesebelasan yang disegani di kompetisi Galatama.
Bahkan, dunia kulit bundar Sang Bumi Ruwa Jurai mencapai puncaknya dengan menyabet emas Pekan Olahraga Nasional (PON) X 1981 di Jakarta. Estafet sepak bola Lampung diteruskan PSBL yang berkiprah di kompetisi perserikatan di bawah arahan pelatih Paul Cumming hingga Lampung FC.
Selain itu, Lampung juga memiliki pelatih penuh talenta dan ternama, Rahmad Darmawan. Pria kelahiran Punggur, Lampung Tengah, itu mencatat sejumlah prestasi, seperti membawa Persipura dan Sriwijaya FC berjaya di Liga Indonesia. Kemudian mempersembahkan dua perak di ajang SEA Games dan kini berkiprah sebagai pelatih di klub Malaysia.
Di sisi pemain, ada nama Purwaka Yudhi yang malang-melintang dengan sejumlah klub besar, seperti Deltras, Gresik United, Arema Malang, dan terakhir Persib Bandung. Bahkan, Purwaka sempat memperkuat Timnas Indonesia. Dan kini ada Manda Cingi yang menemukan sinarnya bersama Sriwijaya FC.
Sejak mundurnya Lampung FC dari ingar-bingar sepak bola nasional, kini muncul Lampung Sakti yang bakal berkompetisi di Divisi Utama PSSI. Kehadiran Lampung Sakti memberi setitik harapan sepak bola Lampung kembali berkibar di tingkat nasional.
Tim yang dibidani PT Great Giant Pineapple (GGP) itu diharapkan bisa memupus dahaga pencinta sepak bola Lampung akan tontonan menarik selevel nasional. Bahkan, untuk bisa mencetak prestasi dan lolos ke Liga 1, mantan bek tangguh Persib Bandung, Nova Arianto, diangkat sebagai pelatih kepala.
Kehadiran Lampung Sakti FC pun mendapat dukungan orang nomor satu di Lampung, Gubernur M Ridho Ficardo. Dia berharap Lampung FC bisa kembali membangkitkan nama Lampung di dunia kulit bundar nasional.
Bahkan, Pemprov pun siap mendukung penuh kiprah Lampung Sakti FC untuk mengarungi perjuangan di kasta kedua kompetisi nasional itu.
Dalam mengarungi kompetisi ketat tersebut, manajemen melakukan seleksi sejumlah pemain Lampung. Gubernur pun berharap agar klub juga memasukkan sejumlah pemain lokal hasil seleksi. Hal itu sebagai bentuk kecintaan terhadap potensi pemain asli daerah sekaligus memberikan ruang putra daerah untuk mempertontonkan kemampuan mengolah si kulit bundar.
Tentunya harapan Gubernur juga sama dengan yang dinginkan para penggila bola di Sang Bumi Ruwa Jurai. Mereka pun ingin kembali menyaksikan tim kesayangan berlaga di kandang saat menjamu kesebelasan dari luar daerah.
Kita ingin ribuan pencinta sepak bola membanjiri stadion, seperti saat PSBL masih berkiprah di Divisi Utama, puluhan tahun lalu. Kita ingin dunia sepak bola Lampung kembali bergairah dan berkembang seperti provinsi-provinsi lain.
Tak ada salahnya memang jika kita semua menimpakan harapan tersebut kepada Lampung Sakti FC. Semoga dengan kehadiran Lampung Sakti FC bisa menorehkan prestasi. Kita tunggu kesaktian Lampung Sakti untuk membangkitkan dunia sepak bola Lampung. n