Astra Gelar Program Apresiasi Aku Bisa

Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk Riza Deliansyah (kedua kiri) saat berfoto bersama di acara kick-off Apresiasi Aku Bisa. Dok. Astra

JAKARTA -- PT Astra International Tbk menggelar Kick-Off Apresiasi Aku Bisa (Asosiasi Pelaku Usaha Kecil Binaan Astra) sekaligus talk show kewirausahaan dengan tema Entrepreneur Mindset untuk kelompok usaha mikro kecil & menengah (UMKM) binaan Grup Astra di Jabodetabek.
Apresiasi Aku Bisa ini merupakan rangkaian program pembinaan UMKM pada sepanjang 2017 yang terdiri dari proses seleksi awal, Jambore Aku Bisa (pelatihan dan seminar), pemilihan enam UMKM terbaik hingga penyerahan penghargaan dan peluncuran buku panduan bisnis Aku Bisa.
"Jumlah UMKM binaan Grup Astra dan Yayasan Dharma Bhakti Astra mencapai hampir 11.000 di seluruh Indonesia," ungkap Head of Environment and Social Responsibility Astra International Riza Deliansyah dalam keterangan resmi di Jakarta.
Melalui program Aku Bisa ini diharapkan dapat membantu UMKM menyelesaikan berbagai masalah-masalah, sehingga program ini sekaligus dapat meningkatkan pendapatan dan kompetensi UMKM, mempertahankan keberlanjutan usaha serta mempererat kerja sama dengan pihak eksternal untuk memperluas jaringan.
Dalam talk show kewirausahaan, tiga nara sumber, yakni Presiden Tangan Di Atas (TDA) Mustofa Romdloni, Penerima Apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2014 Resika Caesaria dan Sekretaris Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Mohammad Iqbal, berbagi pengalaman untuk memotivasi sekitar 250 pelaku UMKM binaan Grup Astra.
Mustofa membagikan kisah jatuh bangun usaha apa saja yang pernah dijalaninya, sekaligus memberikan resep empat hal untuk menjadi entrepreneur sukses, yakni komitmen mengubah pola pikir, berani memulai, berposes dan bertumbuh serta naik kelas dan menjadi besar.
Sementara itu, Resika juga membagikan kisah inspiratifnya bagaimana memulai usaha cimol (makanan ringan berbahan baku tepung tapioka) dengan prinsip wirausaha sosial, yakni wirausaha yang mengukur keuntungan sebagai sarana untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Hal ini berbeda dengan wirausaha bisnis yang mengukur profit sebagai tolok ukur keberhasilan. Dengan prinsip wirausaha sosial, Resika saat ini memiliki 200 mitra usaha dari hanya 60 mitra.