Awal Pekan, Rupiah Menguat Tipis ke Rp13.341/USD

Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Jakarta -- Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan pagi di awal pekan terpantau menguat tipis dibandingkan dengan penutupan sore di akhir pekan lalu di Rp13.345 per USD. Adapun nilai tukar rupiah diperkirakan mampu mengalami penguatan di sepanjang hari ini.

Mengutip Bloomberg, Senin 20 Maret 2017, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka di posisi Rp13.341 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.336 per USD hingga Rp13.344 per USD dengan year to date return di minus 0,95 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp13.333 per USD.

Sementara itu, aliran dana asing ke aset berdenominasi rupiah terus meningkat yang terlihat dari penurunan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang disertai dengan kenaikan proporsi kepemilikan asing.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, minat asing meningkat dan nilai tukar rupiah masih underperformed. Rupiah juga terbawa untuk menguat tetapi terlihat performanya masih kalah dibandingkan dengan apresiasi kurs rekan dagang utama atau bisa dikatakan rupiah justru melemah dibandingkan dengan rerata tertimbang kurs rekan dagang terhadap USD.

"Fokus perlahan beralih ke situasi pilkada Jakarta putaran II dengan sentimen positif dari harapan kenaikan peringkat S&P yang masih kuat. Nilai tukar rupiah diperkirakan masih stabil dengan tendensi penguatan," ungkap Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Sedangkan efek dari kebijakan the Fed masih tersisa dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan UE jadi fokus. Efek hasil FOMC meeting yang lebih dovish dari ekspektasi pasar masih bertahan, terlihat dari dolar index dan imbal hasil UST yang masih turun hingga akhir minggu lalu.