Bandar Lampung Zona Merah Peredaran Narkoba

Kepala BNN Provinsi Lampung Brigadir Jenderal Polisi Sukamso. Dok. Pribadi

SEBAGAI pintu gerbang Pulau Sumatera, Provinsi Lampung rawan terhadap peredaran narkoba. Penyalahgunaan narkoba di Lampung menduduki peringkat kedua setelah Sumatera Utara.
Salah satu penyebabnya karena Lampung merupakan jalur penghubung antara Jawa dan Sumatera sehingga menjadi jalur transit pengiriman gelap antarpulau barang haram itu. Untuk itu, Lampung sangat strategis sebagai penyuplai narkoba, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Kejahatan narkoba di Lampung sudah sangat serius karena menjamah ke berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, pejabat, pegawai negeri sipil (PNS) hingga anggota Dewan. Bahkan, sepanjang 2016 Polda Lampung menangani 964 kasus. Dari jumlah barang bukti sebesar itu, mengungkapkan narkoba sudah merebak di mana-mana.
Untuk memberantas peredaran narkoba, perlu kerja sama semua pihak. Mulai dari Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, Polri, pejabat pemerintah, hingga masyarakat. Lantas bagaimana peran BNN Provinsi Lampung guna mencegah dan memberantas penyalahgunaan barang haram tersebut. Berikut kutipan wawancara wartawan Lampung Post Wiwik Hastuti dan Nur Jannah dengan Kepala BNN Provinsi Lampung Brigadir Jenderal Polisi Sukamso didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pencegahan Masyarakat Ahmad Alamsyah di kantor BNN Provinsi Lampung, Selasa (21/2/2017).

Indonesia saat ini darurat narkoba hampir seluruh wilayah, termasuk di Lampung. Lalu bagaimana BNN melihat penyalahgunaan narkoba di Lampung?

Kekhawatiran bangsa Indonesia terhadap darurat narkoba itu benar. Kita lihat prevalensi dari tahun ke tahun pengguna narkoba terus naik. Akan tetapi, dibandingkan dengan provinsi lain, jumlah pengguna narkoba di Lampung turun. Ini dilihat dari posisi Lampung saat ini yang menduduki peringkat 32 dari 34 provinsi di Indonesia. Berdasarkan sensus tahun 2015 yang dikeluarkan tahun 2016, saat ini pengguna narkoba di Lampung jumlahnya mencapai 72 ribu. Memang jumlahnya naik, tapi ketika dibandingkan dengan provinsi lain jumlah pecandunya turun.

Bagaimana peredaran narkoba di Lampung saat ini, mulai dari usia berapa penggunanya?

Kondisi kita saat ini cukup mengkhawatirkan. Usia pengguna narkoba terpapar semakin turun, kalau dulu pengguna narkoba mulai dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi, saat ini mulai terpapar dari tingkat SMP bahkan SD, meski tidak secara langsung, tapi melalui jajanan seperti permen yang mengandung narkoba.
Oleh karena itu, ke depan BNN harus lebih waspada. Selama ini masyarakat hanya mengandalkan kepolisian dan BNN, tapi mulai hari ini semua pemangku kepentingan, baik guru maupun orang tua, harus peduli dengan narkoba. Sebab, narkoba bukan hanya urusan polisi dan BNN, melainkan sektor pemimpin (leading sector) adalah seluruh pemangku kebijakan. Pemerintah dan seluruh elemen bangsa, mulai dari bupati, wali kota, gubernur, menteri, semuanya harus ikut terlibat sesuai tupoksinya masing-masing untuk memberantas narkoba.

Seberapa besar pengaruh narkoba untuk kelangsungan masa depan bangsa ini?

Sesuai dengan arahan Kepala BNN RI Komjen Bapak Budi Waseso bahwa bangsa kita saat ini sudah dijajah oleh narkoba. Narkoba melemahkan generasi. Ke depan, kalau tidak bersama-sama memberantas narkoba, kita akan semakin terpuruk dan tertindas dengan narkoba. Mau jadi apa bangsa ini kalau ekonominya maju tapi sumber daya manusianya rusak. Ini yang harus ditekankan kepada semua pihak, kita harus waspada dengan serangan dari luar. Jangan lihat sektor per sektor, tapi secara keseluruhan.

Upaya apa yang sudah dilakukan BNN untuk memberantas peredaran narkoba di Lampung dan bagaimana upaya pencegahannya?

Segala cara daya dan upaya telah kami lakukan. Ada tiga cara yang kami tekankan, yakni yang belum terpapar atau tersentuh oleh narkoba kami lindungi agar jangan sampai terkena narkoba. Salah satunya lewat sosialisasi, edukasi, dan lain-lain.
Kemudian kalau mau sembuh kami obati, sedangkan yang pakai narkoba kami sikat habis. Saat ini kami mengedepankan pencegahan karena presentasinya saat ini ada sekitar 97% yang belum terkena, dan itulah yang kami jaga dan lindungi agar jangan sampai terkena narkoba.

Lampung merupakan pintu gerbang Pulau Sumatera. Oleh karena itu, Lampung sebagai daerah perlintasan narkoba. Bagaimana BNN memandang hal itu?

Dilihat dari geografisnya Lampung memang sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera. Sebagai daerah transit, transaksi barang-barang haram dari Batam, Riau, Medan, Aceh, dan lain-lain tersebut lewat Lampung. Meski bukan daerah tujuan utama pemasaran, Lampung kebagian. Akhirnya masyarakat kita semakin banyak yang terpapar. Yang paling mengkhawatirkan adalah modus narkoba dari sudut ekonomi. Sebab, yang dicari bukan hanya uang semata. Uang bisa jadi nomor dua. Tapi tujuan mereka adalah menularkan sehingga semakin banyak yang terpapar narkoba. Polisi dan BNN terus mewaspadai hal ini.

Bagaimana dengan pengawasan peredaran narkoba di 15 kabupaten/kota di Lampung. Daerah mana yang paling banyak pecandu narkoba?

Lampung sekarang sudah ada empat BNN kabupaten, meliputi Metro, Tanggamus, Lampung Timur, dan Lampung Selatan. Tingkat pengguna dan pemasok paling tinggi adalah di Bandar Lampung. Makanya daerah ini masuk ke zona merah peredaran barang haram tersebut. Sebab, banyak penduduk yang melakukan tindak pidana narkoba, baik pemakai maupun pengedar di wilayah tersebut. Ada banyak faktor kenapa Bandar Lampung menjadi daerah paling banyak pemakainya. Ini dilihat dari sisi banyaknya penduduk, tempat hiburan, dan Bandar Lampung menjadi ibu kota Provinsi Lampung.

Dari data BNN, kalangan mana paling banyak tersentuh narkoba. Usia berapa paling banyak terpapar barang haram tersebut?

Selama ini yang tercatat paling banyak terjamah narkoba adalah karyawan swasta, pegawai juga banyak, tapi tidak sebanyak karyawan swasta. Kemudian untuk usia, paling banyak yang mengonsumsi usia produktif. Mulai dari usia 18—35 tahun, yakni memakai narkoba jenis ganja dan sabu-sabu.

Program apa yang dilakukan oleh BNN untuk menyosialisasikan bahaya dan pencegahan narkoba?

Selain sosialisasi lewat media massa seperti media cetak dan elektronik, kami juga aktif mengisi berbagai acara, seperti seminar mendatangi sekolah-sekolah dan kampus. Sekarang sudah ada rumah sakit lokal rehabilitasi narkoba Kalianda. Jadi, bagi pemakai narkoba yang ingin sembuh, datang saja berobat gratis.

BIODATA
Nama : Drs Sukamso, SH, MSi
Pangkat : Brigadir Jenderal Polisi
Jabatan : Kepala BNN Provinsi Lampung
Riwayat Jabatan:
1. Irwasda Polda Kalteng
2. Irwasda Polda Bali