Bantuan Rehabilitasi Lapangan Sepak Bola di Lamtim Dipertanyakan

Lapangan sepak bola. (Ilustrasi)

SUKADANA--Pembangunan lapangan sepak bola di Desa Mandalasari, Kecamatan Matarambaru, Lampung Timur yang di danai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dipertanyakan masyarakat. Sebab anggaran senilai Rp90 juta diduga hanya menghasilkan bangunan yang nilainya tidak mencapai Rp100 juta.

Tokoh masyarakat Kecamatan Labuhanmaringgai, Soni Suroso, kepada Lampost.co, Rabu (11/1/2017, mengatakan pada 2015 Desa Mandalasari mendapat kucuran dana dari pusat senilai Rp190 juta yang direncanakan untuk pembangunan insfratruktur umum yang berhubungan dengan olahraga sepak bola.

Namun, menurut pantauan Soni, anggaran Rp190 juta hanya menghasilkan bangunan dua tiang gawagan dua ruang ganti pakaian, tiang bendera. "Benar ada potongan PPN dan PPH sebesar 11 persen," kata Soni.
Ternyata yang mendapatkan bantuan dari pusat untuk perbaikan lapangan sepak bola bukan hanya di Desa Mandalasari saja melainkan di Lampung Timur ada 29 desa yang mendapat bantuan semacam itu, katanya.

Nah, dia meminta pihak kepolisian dan kejaksaan perlu melakukan kroscek ada tidaknya penyelewengan, jangan menunggu laporan dari masyarakat.

Sementara Kepala Desa Mandalasari Larto membenarkan bahwa desanya mendapat kucuran dana dari APBN pada 2015 senilai Rp190 juta untuk perbaikan lapangan sepak bola dan dikerjakan tahun 2016.
"Semua anggaran sudah kami habiskan untuk membangun, dan saya akui uang Rp190 juta itu di kirim dari pusat dan masuk ke rekening kepala desa," kata dia.