Batu Bacan Ditukar Avanza

batu bacan. ecs7.tokopedia.net

BANDAR LAMPUNG -- Beberapa kisah unik dan mengejutkan sering dialami para pencinta batu akik. Saking ingin memiliki batu yang disukai, apa pun dilakukan untuk mendapatkannya.
Kejadian itu pernah dialami Adi Darmawan pada September 2014. Saat itu ada seseorang yang menyukai batunya ketika berkunjung ke outletnya yang semula terletak di Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung. Karena tidak membawa uang kas, orang tersebut rela menukarkan mobilnya yang baru diambil dari diler pada hari yang sama.
"Dia sangat tertarik sama batu jenis bacan, waktu itu memang saya buka harga Rp200 juta. Karena tertarik, ia menukarnya dengan satu unit mobil Avanza yang baru diambil," ujarnya.
Menurut Adi, keunggulan dari batu bacan yaitu bentuknya yang cantik dan memiliki tekstur seperti kristal, bersih, dan menarik perhatian. Biasanya warna batu tersebut biru kehijauan dan polos.
Ada juga seseorang yang rela menukar sebuah kamera demi mendapatkan sebuah batu jenis sodo lanang yang warnanya putih bening dan di tengahnya terdapat motif lidi mengambang. "Waktu itu, ditukar dengan kamera seharga Rp20 juta," ujarnya.
Bagi pencinta batu akik sejati, harga tak jadi masalah. Secara filosofi, ujarnya, batu itu bisa berjualan sendiri. Jika memang punya karakter dan penampilan yang bagus, pembeli akan datang.
Ada ribuan jenis batu dengan harga yang variatif, dari harga paling murah yaitu ratusan ribu hingga jutaan rupiah. "Saya tidak ada kerjaan lain, saya hanya berjual batu. Nah ini memotivasi dan membangkitkan teman-teman bahwa masa depan batu masih ada," ujar dia.
Optimismenya terhadap batu akik cukup tinggi. Ia yakin batu alam itu tetap punya prospek yang baik ke depannya. "Tapi kita harus fokus dan yakin," kata dia.
Dulu, ia bisa memproduksi ratusan batu dalam satu bulan untuk dipasarkan. Namun, kini ia hanya keluarkan terbatas, yaitu 50 batu per bulan dengan berbagai jenis.
"Dulu saat booming, omzet per bulan bisa sampai Rp1 miliar. Pembelinya dari seluruh Indonesia, bahkan sampai Asia Tenggara, seperti Thailand, Myanmar, Malaysia, dan beberapa negara lainnya," kata Adi.