Bawa Ganja dari Palembang, Dua Pemuda Diamankan

Ganja kering. (Ilustrasi)

KALIANDA -- Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Lampung Selatan, berhasil meringkus lima tersangka yang membawa narkoba jenis ganja kering di areal pemeriksaan Seaport Interdiction, Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Kamis (5/1/2017) siang. Dua tersangka diamankan karena positif narkoba.

Kelima tersangka yakni A Yani (55), Agus (21), Sandi (25) warga Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kevin (23) warga Kecamatan Ilir Barat, Kota Palembang serta Riki Chandra Wicaksono (30) warga Kota Surabaya.

Kasubag Humas Polres Lampung Selatan, Ajun Komisaris Polisi Sukarman, mewakili Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra, menjelaskan jika kelima tersangka itu ditangkap pada saat hendak menyeberang ke pulau Jawa.

"Mereka ditangkap petugas di Seaport, karena membawa ganja," kata dia, Jumat (6/1/2017).
Kelima tersangka itu membawa kendaraan Toyota Avanza BG 1936 WZ warna silver.
"Barang terlarang itu ditemukan di dalam kendaraan itu," katanya.

Petugas menemukan satu paket ganja kering berikut kertas papir disimpan di bawah lantai mobil bagian belakang.
"Ganja dibungkus plastik berikut dengan kertas hisapnya," ujarnya.
Barang terlarang itu dibeli salah seorang tersangka sebesar Rp50 ribu di Palembang, Sumatera Selatan, untuk konsumsi sendiri.
"Tersangka Riki yang membeli ganja kering itu mengaku untuk pakai sendiri," kata Kasat Resnarkoba polres Lampung Selatan, Iptu M Ari Satriawan.

Mantan Paminal Polda Lampung itu menjelaskan dua dari lima tersangka itu ke Jakarta untuk bekerja keluar negeri menjadi Tenaga kerja Indonesia (TKI).
"Mereka ke Jakarta mau menjadi TKI," kata dia.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, hanya dua tersangka yang dinyatakan positif menggunakan narkoba. Tiga rekannya tidak terbukti dan kami bebaskan.
"Hasil tes urine hanya Riki dan Sandi yang positif," ujarnya.

Para tersangka berikut barang bukti, kata dia, sudah diamankan di Mapolres Lampung Selatan, untuk penyidikan lebih lanjut. "Sudah diamankan di Mapolres," kata dia.