Briptu Nugroho Ditetapkan Jadi Tersangka

Kapolda Lampung Irjen Sudjarno melakukan konferensi pers KONFERENSI PERS KAPOLDA. Kapolda Lampung Irjen Sudjarno melakukan konferensi pers mengenai insiden kesalahpahaman antara anggota Polri dan seorang wartawan saat Polda Lampung melakukan penegakan huk

Bandar Lampung -- DIREKTORAT Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menetapkan Brigadir Nugroho sebagai tersangka penggunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Penetapan tersebut dilakukan setelah anggota Polres Lampung Tengah itu menyerahkan diri kepada atasannya, Minggu (20/3) lalu.

Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Sudjarno menjelaskan oknum polisi yang ikut berpesta narkoba bersama empat warga di bendungan irigasi Argoguruh, Desa Bumiagung, Tegineneng, Pesawaran, Rabu (14/3) lalu, telah ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan pasal pemakai narkoba.

"Oknum polisi itu sebagai tersangka pemakai karena hasil tes urinenya positif dan yang bersangkutan saat ini masih kami periksa di Direktorat Narkoba guna pengembangan lebih lanjut. Sebab, setelah menyerahkan diri di Polres Lampung Tengah langsung diantarkan ke Polda," kata Sudjarno di Mapolda, Senin (20/3).

Menurut dia, dengan keterlibatan dalam kasus tersebut, akan dilakukan penahanan terhadap Brigadir Nugroho guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Nanti akan kami lakukan penahanan, sambil kami lakukan pengembangan. Selain itu, anggota ini juga pasti akan mendapatkan sanksi kode etik kepolisian," ujarnya.

Kapolda juga menyampaikan permintaan maaf terkait masalah dugaan salah tangkap yang dilakukan petugas terhadap salah satu wartawan. Menurut dia, hal tersebut hanyalah kesalahpahaman. Namun, jika terdapat hal yang perlu diproses secara hukum, Sudjarno berjanji akan mengusutnya.

"Itu hanyalah kesalahpahaman dan tidak ada niatan anggota kami melecehkan profesi wartawan. Saya yakinkan itu adalah kesalahan SOP, kalau memang harus diproses hukum, silakan buat laporan polisi, siapa yang dirugikan, dan siapa yang melakukannya, akan diproses. Kalau itu melanggar SOP dan membuat tersinggung, saya minta maaf," ujarnya.

Perusak

Selain itu, Brigadir Nugroho serta empat dari lima orang yang diamankan dalam kasus perusakan Polsek Tegineneng ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu berdasarkan barang bukti yang didapati berupa rekaman CCTV yang terlihat keempat warga Tegineneng tersebut melempari kantor polisi menggunakan batu.
Keempatnya adalah Tomi Saputra alias Tomi (28) dan Reza Pragesta alias Eca (31), warga Desa Bumiagung, Dusun Bumujaya, Kecamatan Tegineneng. Kemudian Weri Herlambang alias Ambang (23) dan Nova Hariyanto alias Nova (32), warga Desa Bumiagung Induk, Dusun Bumiagung, Kecamatan Tegineneng.

"Dari lima yang diamankan, empat sudah dijadikan tersangka dan sudah ditahan. Empat orang ini terbukti ikut melempari dan terlihat di CCTV dan di-mapping memang cukup banyak. Seluruhnya dikenakan Pasal 170 KUHP Subpasal 406 KUHP Subpasal 160 KUHP," kata dia.

Dia menambahkan kasus tersebut masih terus dikembangkan, baik dari sisi penggunaan narkoba maupun serangan perusakan kantor polsek. "Terkait provokasi atau isu, masih kami kembangkan. Mereka hanya mengaku ikut-ikutan saja dan itu terus kami dalami dan dikembangkan ke provokatornya," ujar Sudjarno.