Buang Sampah Sembarangan di Pantai Way Urang, Siap-siap Kena Denda

Pantai wisata selalu banyak sampah, Pemerintah Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan bersama masyarakat memberlakukan peraturan untuk tidak membuang sampah di pantai. (Foto:Dok.Lampost)

KALIANDA -- Pemerintah Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan bersama masyarakat bakal memberikan sanksi tegas bagi pengunjung yang membuang sampah sembarangan di sepanjang pantai kelurahan setempat.

"Kami bersama warga sudah komitmen dan berjanji akan memberikan sangsi tegas atau denda jutaan rupiah bagi orang yang membuang sampah sembarangan di pantai ini," ujar Lurah Way Urang, Jailani, di sela-sela kegiatan gotong royong bersama ratusan warga setempat, Jumat (6/1/2017).
Ia juga mengimbau kepada warga masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah dikawasan wisata pantai. "Kalau pantai terlihat bersih, pasti ramai pengunjung," harap Lurah Wayurang.

Kegiatan gotong royong tersebut mendapat apresiasi sejumlah tokoh masyarakat. Mereka menilai gerakan bersih-bersih dapat menggugah kesadaran masyarakat lain akan pentingnya kebersihan lingkungan serta kawasan wisata.
"Selain diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai. Kami juga sepakat akan memberikan efek jera bagi warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan, sehingga mengganggu keindahan pantai," ujar Ibrahim salah satu tokoh masyarakat kelurahan setempat.

Ratusan warga masyarakat sejak Jumat (6/1/2017) pagi memunguti berbagai jenis sampah. Diantaranya plastik bekas minuman ringan dan ranting maupun kayu dikumpulkan, lalu dibakar. Sedangkan sebagian sampah juga dibuang ke Tempat pembuangan akhir (TPA) dengan kendaraan sampah.

Dalam kurun waktu tiga jam, kegiatan yang mendapat dukungan dari kalangan pelajar dan organisasi pecinta alam pun terlihat. Pantai yang semula sangt kotor tersebut terlihat bersih.

Menurut Idris, salah satu anggota organisasi pecinta alam Kalianda, sampah-sampah yang mengotori kawasan wisatawa pantai Kalianda pada umumnya dibuang atau ditinggalkan oleh pengunjung yang tidak bertanggungjawab terhadap lingkungan.