Bupati Chusnunia Minta Warga Sukseskan Germas

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim. LAMPUNG POST/DOK

SUKADANA -- Pemkab Lampung Timur (Lamtim) siap menyukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.
Hal itu ditegaskan Bupati Lamtim Chusnunia Chalim saat memberikan sambutan memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52 tahun, Senin (26/12/2016), di Dinas Kesehatan Lamtim.

"Pada 15 November 2016, di Bantul, Yogyakarta, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disingkat dengan Germas,” kata Chusnunia.

Tujuan Germas tersebut, kata dia, agar masyarakat berperilaku sehat sehingga berdampak pada kesehatan yang terjaga, terciptanya lingkungan yang bersih. “Sehingga jika dalam kondisi sehat, produktivitas masyarakat meningkat dan biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk berobat akan berkurang.”

Kegiatan Germas, ujarnya, dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban.

Menurut Chusnunia, Germas harus dilaksanakan seluruh lapisan masyarakat, semua pihak harus bersama-sama berkontribusi menciptakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

“Peringatan HKN ke-52 ini tentu merupakan momen untuk berbagi tantangan dan menguatkan komitmen, meningkatkan tekad dan semangat kita semua untuk lebih memberi makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan.”

Kepala Dinas Kesehatan Lamtim Evi Darwati mengatakan peringatan HKN ke-52 ini menjadi momentum tepat meningkatkan semangat, kepedulian, komitmen, dan gerakan nyata pembangunan kesehatan, khususnya di Lamtim.
“Momentum ini juga tepat untuk menyampaikan kepada masyarakat agar bangkit dan mulai mengikuti pola hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang disingkat Germas,” ujar Evi.

Evi memaparkan pada peringatan HKN 2016 ini, Dinkes Lamtim melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan, yakni pemeriksaan IVA untuk penjaringan kanker serviks di 25 puskesmas pada November 2016.