Cabai Rawit di Bandar Lampung Capai Rp70 Ribu/Kg

Komoditas cabai rawit. Dok. Lampung Post

BANDAR LAMPUNG -- Harga cabai yang kian meroket membuat pedagang di beberapa pasar yang ada di Bandar Lampung tertunduk lesu. Pasalnya, tingginya harga mempengaruhi daya beli masyarakat sendiri.
Salah satu pedagang cabai di Pasar Pasir Gintung, Adi (50) mengungkapkan kenaikan harga cabai yaitu hanya jenis cabai rawit sebelumnya hanya di level Rp50 ribu per kg, namun sejak tiga hari lalu naik secara signifikan mencapai Rp70 ribu.
Menurut dia, penyebab kenaikan harga cabai yang terbilang cepat itu disebabkan cuaca yang membuat hasil panen di tingkat petani menjadi tidak maksimal.
"Penyebabnya mungkin dari petaninya karena cuaca yang lebih sering hujan membuat cabai gagal dipanen karena busuk," ujar dia kepada Lampung Post saat ditemui di lapaknya, Rabu pagi (11/1/2017).
Berbeda dengan jenis cabai lainnya. Untuk cabai merah turun dari Rp60 ribu menjadk Rp51 ribu terhitung sejak tiga hari lalu. Cabai hijau sebelumnya Rp25 ribu menjadi Rp20 ribu.
Bumbi dapur seperti Bawang merah dan bawang putih tidak mengalami kenaikan atau penurunan. Untuk bawang merah Rp30 ribu dan bawang putih Rp34 ribu.
"Tidak ada kenaikan dan penurunan, standarlah," paparnya.
Dirinya mengungkapkan, dengan adanya kenaikan cabai rawit berpengaruh kepada daya beli masyarakat yang kiat melemah.
Bahkan, jika cuaca tetap seperti ini, harga akan merangkak naik. Sebab, pembeli setianya yaitu mulai dsri ibu rumah tangga, hingga pengusaha dibidang kuliner .
"Biasanya ramai tapi sejak naik tiga hari lalu, yang beli cabai rawit mulau sepi. Kalau dulu bisa jual sampai 5 kg cabai rawit, kalau sekarang cuma 3 kg. Kita nggak berani jual banyak-banyak," imbuhnya.