Cerdas Menghadapi Keingintahuan Si Kecil

Anak yang serba ingin tahu. 4.bp.blogspot.com

RASA ingin tahu ternyata penting dimiliki setiap anak usia dini. Sebab, hal itu akan berpengaruh pada perkembangan kecerdasan dan mental si kecil di kemudian hari. Untuk itu, peran orang tua dan guru agar cerdas dalam menghadapi keingintahuan si kecil sangatlah penting.
Orang tua dan guru perlu menghindari hal-hal yang justru dapat menghilangkan rasa ingin tahu anak, yang sedang berkembang pesat saat mereka memasuki pendidikan taman kanak-kanak (TK). Merlindawati, salah seorang guru di TK Islam Terpadu Uswatun Hasanah, Kedaton, Bandar Lampung, menerapkan cara-cara khusus untuk memancing rasa ingin tahu siswanya.
Menurutnya, guru harus aktif melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menarik dan dekat dengan anak. “Seperti saat membahas tata surya, kita bisa lontarkan siapa yang pernah melihat bintang dan apa bentuk bintang,” kata Merlinda saat diwawancarai di sekolahnya, kemarin.
Namun, tak cukup melontarkan pertanyaan saja, untuk merangsang kekritisan anak, guru atau orang tua justru harus memosisikan diri sebagai orang yang tidak lebih tahu dari si anak. Misal, dengan melontarkan pernyataan-pernyataan yang sengaja salah atau pura-pura lupa. Saat itulah anak-anak justru akan lebih terangsang untuk menanggapi karena mereka akan sangat senang jika merasa paling tahu.
“Anak-anak paling tidak bisa mendapatkan hal yang salah, mereka pasti akan cepat protes dan memberitahu,” kata Merlinda.
Guru pun harus pandai memancing setiap siswa untuk mau mengutarakan rasa ingin tahu dan pendapatnya meskipun setiap anak memiliki karakter berbeda. Untuk itu, guru juga harus pandai menghadapi setiap karakter anak. “Kalau ada yang pendiam, guru harus lebih ekstra dan kreatif agar bisa memancing si anak berani mengungkapkan rasa ingin tahunya,” kata Merlinda.

Perlu Dihindari
Tak hanya di sekolah, rasa ingin tahu anak juga perlu dibangun kedua orang tua di rumah. Sebab, sebagian anak cenderung lebih aktif melontarkan pertanyaan-pertanyaan saat bersama orang tuanya. Hal yang perlu diperhatikan, menurut Merlinda, orang tua perlu cerdas menyikapi sikap anak tersebut.
“Orang tua harus memberikan tanggapan setiap pertanyaan anak, apa pun kondisinya,” kata dia.
Jangan sekali-sekali memarahi anak yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menurut orang tua aneh. Hal tersebut justru akan membuat anak tertekan dan kurang berkembang rasa ingin tahunya yang menjadi salah satu pendukung kecerdasan. “Kalau anak-anak bertanya dan justru dijawab dengan nada tinggi atau marah, mereka akan malas lagi untuk bertanya,” ujarnya.
Jika sedang lelah ataupun tidak bisa menjawab pertanyaan anak, orang tua harus berkata jujur sehingga anak-anak akan lebih memahami. Menjawab dengan kebohongan hanya akan membuat orang tua harus membuat kebohongan yang lainnya. Biasanya anak akan memunculkan pertanyaan lain sehingga orang tua harus selalu memberikan jawaban yang baik dan jelas.
Menurutnya, memberikan penjelasan yang terkesan asal-asalan justru akan membuat anak tidak puas dan malas untuk kembali bertanya.