Cicilan Sertifikasi Kembali Cair

Ilustrasi tunjangan sertifikasi guru. Dok. Lampost.co

BANDAR LAMPUNG -- Janji Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN untuk mencicil dana sertifikasi guru di Kota Bandar Lampung tahun 2016 terus dilakukan. Setelah mencicil dana sertifikasi bulan Juli 2016 pada Desember 2016 lalu, kali ini dana sertifikasi bulan Agustus 2016 dicairkan di bulan Januari 2017 dengan anggaran mendapai Rp19 miliar lebih. Hal itu disampaikan, Kepala BPKAD Kota Bandar Lampung, Trisno Andreas yang juga memastikan sejak Senin (9/1/2017) dana sertifikasi telah dicairkan. “Sudah cair bulan ini untuk yang agustus 2016. Semuanya sudah, mungkin yang masih belum cair, tinggal transfer ke rekening masing-masing saja,” kata Trisno dihubungi selasa (10/1/2017).
Pihaknya juga mengatakan setiap bulannya dana sertifikasi akan dicairkan hingga lunas. “Setiap bulan terus kita cairkan hingga lunas sesuai dengan janji Wali Kota,” pungkasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akhirnya mencairkan dana sertifikasi triwulan ketiga, Juli-September. Namun, pembayaran dilakukan dengan cara mencicil atau bertahap tidak langsung untuk tunjangan selama tiga bulan.
Salah satu plt kepala SMPN di Bandar Lampung, mengatakan sejak kemarin, para guru telah menandatangani pencairan tunjangan profesi namun untuk 1 bulan, Agustus terlebih dahulu. Biasanya, setelah penandatangan usulan pencairan, tunjangan akan masuk ke rekening pribadi dalam satu atau dua hari ke depan.
“Sebagian sudah terima, hari ini dan kemarin juga sudah tanda tangan usulan pencairan,” ungkapnya.
Sementara itu, kepala salah satu SMPN di Kota Bandar Lampung juga memastikan usulan pencairan telah ditandatangani setiap guru diinstansi yang dia pimpin. “Sudah tanda tangan, paling seminggu. Untuk nominalnya bervariasi tergantung gaji pokoknya guru. gak sama semuanya,” jelasnya.
Menurut sumber tersebut, pihaknya legawa jika dana sertifikasi dicairkan secara mencicil, asalkan hal itu dilunasi sesuai janji walikota Herman HN beberapa waktu lalu saat pertemuan guru dan kepala sekolah. “dibayar secara cicil gak apa apa. Karena memang tergantung masing masing gurunya, ada yang keberatan dan ada yang sabar. Yang penting sudah janji menyelesaikan, tanggungjawab dibayar dan kita (guru) disuruh sabar. Yang paling penting guru juga diminta tetap kondusif mengajar,” pungkasnya.