Cita-cita Deden dari Mengukir Kertas

Deden Ubaidillah (27), warga Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, saat mengukir kertas scotlite untuk kendaraan konsumennya di kios miliknya di Kota Kalianda, Minggu (26/2/2017). Berkat dari hobi, Deden berjualan aksesori kendaraan dan

LAKI-laki itu sibuk menggunting lembaran-lembaran kertas yang akan diukir. Tangan kanan tidak lepas dari gunting dan tangan kirinya memegang kertas. Dengan cekatan, satu per satu lembaran kertas ia ukir sesuai pola pesan konsumen.

Pria berkaus hitam itu penjual aksesori variasi kendaraan sepeda motor dan mobil di Jalan Raden Intan, Kota Kalianda, Lampung Selatan. Deden Ubaidillah namanya. Ia menjadikan kemahiran sekaligus hobinya itu sebagai mata pencaharian.
Deden mengawali pekerjaan menjual aksesori itu sejak berusia 18 tahun. Tanpa modal banyak, Deden menekuni usaha kecil-kecilan tersebut. Berkat kesabarannya, ia kini terbilang sukses hingga memiliki dua kios di sekitaran Kota Kalianda.
"Ahamdulillah, sekarang sudah ramai. Kalau dulu saya hanya jualan di trotoar Jalan Kota Kalianda. Untuk meraih semua ini saya harus pandai menyisihkan uang dan mengelola usaha ini," ujar bapak satu anak itu di kiosnya, Minggu (26/2/2017).

Dari berjualan aksesori kendaraan Deden mampu mengumpulkan Rp300 ribu—Rp400 ribu per hari. Bahkan, penghasilannya itu terbilang kotor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab, Deden juga harus menyisihkan uang untuk kedua karyawannya.
"Kalau ramai lumayan bisa Rp600 ribu—Rp800 ribu per hari berguna untuk kebutuhan sehari-hari di rumah. Sebagian untuk modal dan sebagian untuk gaji kedua karyawan Rp1,6 juta per bulan," kata pria, yang kini menginjak usia 27 tahun itu.
Warga Kelurahan Kalianda itu memiliki cita-cita yang sangat mulia, ia ingin mengangkat derajat dan martabat kedua orang tuanya, yaitu ingin memberangkatkan mereka pergi ke Tanah Suci Mekah.
"Saya tidak mau berjanji, tetapi saya berniat memberangkatkan kedua orang tua saya pergi ke Tanah Suci. Insya Allah, jika rezeki saya ada hasil dari menjual aksesori ini, Mas."
Dari usaha aksesori, pria kelahiran 1990 itu berkeinginan mulia. Dia bercita-cita mengangkat derajat dan martabat kedua orang tuanya pergi ke Tanah Suci.
"Saya tidak mau berjanji, tetapi saya berniat memberangkatkan kedua orang tua saya pergi ke Tanah Suci. Insya Allah, dari jualan aksesori kendaraan ini cita-cita saya bisa tercapai."